1.
Pengertian Surat Berharga (Securities)
Surat berharga atau sekuritas (Securities) adalah salah satu bentuk dari instrument investasi jangka pendek dan
merupakan investasi yang paling umum dilakukan oleh entitas bisnis . Investasi jangka pendek adalah investasi yang
dapat segera dicairkan atau didanai dari kelebihan dana yang bersifat sementara
yang dimiliki oleh perusahaan yang dimaksudkan untuk dimiliki selama dua belas
bulan atau kurang. Kelebihan uang kas dalam suatu perusahaan tidak akan
menimbulkan pendapatan karena itu agar kelebihan uang tunai ini menjadi lebih
produktif dan tidak menjadi uang yang menganggur (idle money) maka untuk sementara waktu di investasikan dalam
bentuk sarana lain yang lebih produktif.
Surat berharga
adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh perusahaan besar dan
kuat serta dijual terutama kepada perusahaan-perusahaan lain, seperti
perusahaan asuransi, dana pensiun, reksa dana pasar uang, dan perbankan. Surat
berharga diterbitkan dalam dominasi minimal sebesar $100.000. Jumlah surat
berharga yang beredar sedikit lebih besar dibandingkan jumlah pinjaman bank
yang ada, sehingga pasar surat berharga sangat besar dan sangat penting
artinya.
Motif memiliki
surat berharga adalah :
a.
Sebagai
pengganti kas, pada umunya untuk mengganti jumlah minimum kas yang harus ada (safety cash), misalnya: deposito
b.
Sebagai
investasi sementara, seperti pada:
Perusahaan yang beroperasinya musiman seperti: pabrik gula atau
perusahaan yang mempunyai program/ rencana modernisasi.
2.
Karakteristik Surat-Surat Berharga
Dalam memilih
surat berharga perlu diperhatikan beberapa hal:
a.
Surat
berharganya haruslah yang dengan segera dapat dijual (Marketability) dan dapat dilihat dari:
·
“Luasnya
suatu pasar” yaitu jumlah pembeli dari surat berharga tersebut,
·
“Kedalaman
pasar” yaitu kemampuan pasar untuk bisa membeli atau menjual surat berharga
dalam jumlah besar.
b.
Jaminan utama
bahwa surat berharga hendaknya dapat dijual minimum sama atau kurang sedikit
dari nilai pada saat membeli surat berharga tersebut. Surat berharga yang dapat
menjadi kas tanpa penurunan nilai pokoknya merupakan sarana investasi jangka
pendek yang baik.
3.
Bentuk Sekuritas Investasi Jangka Pendek
Berdasarkan jenisnya dikenal dua jenis sekuritas (securities), yaitu sekuritas hutang
yang segera dapat dipasarkan (marketable
debt securities), dan sekuritas ekuitas yang segera dapat dipasarkan (marketable equity securities).
Ø
Marketable Debt
Securities (surat berharga pengakuan hutang yang
segera dapat dipasarkan), yaitu sekuritas yang merupakan bukti pengakuan
hutang, misalnya obligasi (bonds).
Ø
Marketable Equity
Securities (surat berharga bukti kepemilikan yang
segera dapat dipasarkan), yaitu sekuritas yang merupakan bukti kepemilikan
misalnya saham (stock).
Masalah-masalah yang dijumpai dalam pembahasan sekuritas
yang segera di pasarkan antara lain :
1.
Perolehan (acquisition)
2.
Disposisi (disposition), dan
3.
Penilaian (valuation).
4.
Klasifikasi Sekuritas Investasi Jangka Pendek
Sekuritas hutang adalah instrumen keuangan yang
diterbitkan oleh perusahaan (debtor),
yang pada umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut :
1)
Nilai nominal
merupakan nilai jatuh tempo yang menggambarkan jumlah yang akan dibayarkan
kembali oleh debitur kepada kreditur (blondholder)
pada saat pinjaman jatuh tempo,
2)
Bunga
dibayarkan secara berkala, dan
3)
Tanggal jatuh
tempo menunjukkan kapan pinjaman akan dilunasi.
Untuk tujuan akuntansi, sekuritas hutang dapat
diklasifikasikan menjadi sekuritas yang diperdagangkan (trading securities),sekuritas yang tersedia untuk dijual (available for sale securities), dan
sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo (held
to maturity securities)
Sekuritas ekuitas menggambarkan kepemilikian pemegang
saham (investor) dalam perusahaan investee. Pada umumnya, setiap lembar
saham akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk memperoleh deviden dan
memberikan suara terkait perusahaan. Berbeda halnya dengan sekuritas utang,
sekuritas ekuitas tidak memerlukan pembayaran bunga dan juga tidak memiliki tanggal
jatuh tempo. Investasi dalam sekuritas ekuitas (saham) dianggap cukup menarik
mengingat adanya potensi kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang
signifikan dari peningkatan harga sekuritas.
Untuk tujuan akuntansi, sekuritas ekuitas dapat diklasifikasikan
menjadi sekuritas yang diperdagangkan (trading
securities), sekuritas yang tersedia untuk dijual (available for sale securities), dan sekuritas metode ekuitas (equity method securities).
·
Held to maturity
securities adalah sekuritas utang yang dibeli oleh
perusahaan (creditor) dengan maksud
dan kemampuannya untuk memiliki sekuritas tersebut sampai dengan jatuh tempo.
Sekuritas ini hanya dikategorikan sebagai sekuritas utang karena sekuritas
ekuitas pada umumnya tidak memiliki tanggal jatuh tempo.
·
Available for sale
securities adalah sekuritas utang yang tidak
dimiliki sampai dengan jatuh tempo dan tidak diklasifikasikan sebagai trading securities, yang dianggap akan
tersedia untuk dijual pada saat dibutuhkan. Kebanyakan dari sekuritas investasi
perusahaan diklasifikasikan sebagai available
for sale securities, mengingat bahwa perusahaan pada umumnya menggunakan
sekuritas investasi sebagai wadah untuk menyimpan kelebihan kas operasionalnya
yang tidak terpakai.
·
Trading securities adalah sekuritas yang dapat dikategorikan sebagai sekuritas utang dan
juga sekuritas ekuitas, yang dibeli oleh perusahaan dengan maksud untuk dijual
dalam jangka waktu terdekat. Investasi dalam sekuritas ini meliputi aktivitas
pembelian dan penjualan sesering mungkin dengan tujuan untuk mendapatkan
keuntungan dari selisih harga jangka pendek.
·
Equity method securities adalah sekuritas ekuitas yang dibeli oleh perusahaan (investor) dengan maksud untuk dapat
mempengaruhi secara signifikan atau bahkan mengendlikan kegiatan operasional investee.
Sekuritas hutang yang dipegang sampai jatuh tempo (Held to Maturity) dan yang siap dijual
kapan saja (Available for sale) disajikan
pada neraca sebagai Investasi (lancar maupun tidak lancar). Sedangkan sekuritas
hutang perdagangan disajikan sebagai kas dan setara kas. Perbedaan penyajian
terjadi karena sekuritas perdagangan memang dikususkan untuk mengambil
keuntungan dari kenaikan atau penurunan harga obligasi di pasaran (spekulasi).
5.
Mencatat Pemerolehan Sekuritas Investasi
5.1 Investasi dalam Sekuritas Hutang
Investasi hutang (debt investment) adalah investasi pada obligasi pemerintah dan obligasi
perusahaan.Obligasi adalah surat bukti telah memberikan pinjaman kepada pihak
yang menerbitkan obligasi dan harus dilunasi pada tanggal jatuh temponya.
Apabila sekuritas yang diperoleh adalah obligasi (marketable debt securities), maka unsur
yang harus diperhatikan adalah bunga berjalan (accrued interest) yang menjadi hak penjual atau pemilik lama.
Bunga akanan/berjalan dihitung mulai dari tanggal bunga yang terakhir sampai
dengan tanggal pembelian. Maka penentuan harga perolehan obligasi (marketable debt securities) adalah
jumlah yang dibayarkan dikurangi unsur bunga akanan yang menjadi hak penjual
atau pemilik yang lama.
Ketentuan-ketentuan
dalam perhitungan bunga :
1.
Umur bulan
ditetapkan 30 hari, bila obligasi ditransaksikan pada tanggal 31 , maka
dianggap ditransaksikan pada tanggal 1 bulan berikutnya. 1 tahun ditetapkan 360
hari.
2.
Banyaknya
hari bunga berjalan, dihitung mulai tanggal kupon bunga terakhir dibayarkan
sampai dengan tanggal transaksi jual beli obligasi.
3.
Besarnya
bunga obligasi dihitung berdasarkan persen tertentu dari nilai nominalnya.
Sehubungan dengan perolehan obligasi (marketable debt securities) tersebut, ada dua pendekatan yang
dapat digunakan dalam pencatatan perolehannya, yaitu :
1.
Pendekatan
aktiva (assets approach), dan
2. Pendekatan pendapatan (revenue approach.
Pendekatan aktiva (assets approach). Berdasarkan pendekatan ini, unsur bunga berjalan yang dibayarkan
kepada penjual atau pemilik lama didebet sebagai piutang bunga (interest receivable) yang akan
diperhitungkan kembali apabila pihak yang mengeluarkan sekuritas tersebut membayar
bunga kepada pemilik sekuritas terakhir pada hari (tanggal) bunga. Pendapatan
bunga diperhitungkan bagi pemilik terakhir adalah selisih antara jumlah bunga
yang diterima dan bunga akanan yang dibayarkan lebih dahulu yang telah dicatat
sebagai piutang bunga.
Pendekatan
pendapatan (revenue
approach). Berdasarkan pendekatan ini unsur bunga akanan yang dibayarkan
kepada penjual atau pemilik lama di debet sebagai pendapatan bunga (interest revenue), dan apabila pihak
yang mengeluarkan marketable debt
securities membayar bunga kepada pemilik terakhir, maka selisih antara
pengkreditan dan pendebetan pada rekening ini merupakan pendapatan bunga yang
menjadi hak pemilik terakhir. Pendekatan manapun yang digunakan akan memberikan
hasil akhir yang sama.
Contoh Harga
Perolehan Investasi pada Obligasi
Pada tanggal 1 Januari 2008 suatu perusahaan membeli
obligasi yang dikeluarkan perusahaan lain nominal Rp 100.000.000 dengan harga
Rp 104.250.000 ditambah bunga akanan. Tingkat bunga 9% yang terhutang setiap
tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Maka jumlah yang dibayarkan oleh pembeli kepada
perusahaan yang mengeluarkan (menjual) adalah Rp 106.500.000, yaitu penjumlahan
dari harga beli Rp 104.250.000 ditambah bunga akanan untuk masa 3 bulan (1 Januari
sampai 1 April) yaitu sebesar 3/12 x 9% x Rp 100.000.000 = Rp 2.250.000. Ayat
jurnal untuk mencatat perolehan marketable debt securities dan
penerimaan bunga berdasarkan dua pendekatan tersebut adalah sebagai berikut.
Ø
Pendekatan aktiva (assets
approach)
1 April (tanggal perolehan)
Marketable
securities Rp
104.250.000
Interest
receivable Rp 2.250.000
Cash Rp
106.500.000
1 Juli (tanggal penerimaan bunga)
Cash Rp 4.500.000
Interest
receivable Rp 2.250.000
Interest
revenue Rp 2.250.000
Ø
Pendekatan pendapatan (revenue
approach)
1 April (tanggal perolehan)
Marketable
securities Rp
104.250.000
Interest revenue Rp 2.250.000
Cash Rp
106.500.000
1 Juli (tanggal penerimaan bunga)
Cash Rp 4.500.000
Interest
revenue Rp 4.500.000
Apabila sekuritas yang diperoleh dengan suatu harga diatas
atau dibawah nilai jatuh temponya dan diperkirakan tidak akan dijual sampai
tanggal jatuh temponya, maka terhadap discount
atau premium diperlukan suatu
penyesuaian (adjustment) terhadap
pendapatan bunga (interest revenue) yang diperoleh. Walaupun demikian, hal ini
tidaklah lazim apabila sekuritas tersebut dilaporkan sebagai investasi
sementara (temporary investment)
sehingga penyesuaian ini seringkali tidak dilakukan.
5.2 Investasi dalam Sekuritas Ekuitas
Investasi saham (stock
investment) adalah investasi pada saham modal perusahaan. Ketika sebuah
perusahaan memiliki saham (dan/atau utang) beberapa perusahaan berbeda,
sekumpulan sekuritas tersebut dikenal sebagai portofolio investasi (investment
portfolio).
Saham : surat bukti ikut menanamkan modal dalam suatu perusahaan yang
berbentuk PT (Perseroan Terbatas).
Pedoman akuntansi untuk investasi saham ada tiga tingkat
pengaruh, diantaranya;
Kepemilikan Kurang dari 20%
Pada akuntansi untuk investasi saham yang kurang dari 20%,
metode biaya digunakan. Berdasarkan metode
biaya (cost method), investasi
dicatat pada biaya perolehannya, dan pendapatan diakui hanya ketika deviden kas
diterima.
Kepemilikan Antara 20% dan
50%
Ketika investor memiliki hanya bagian kecil dari
kepemilikan saham perusahaan lainnya, investor tidak dapat mengendalikan investee. Tetapi, ketika investor
memiliki antara 20% - 50% saham biasa sebuah perusahaan, dipastikan bahwa
investor memiliki pengaruh signifikan atas aktivitas keuangan dan operasi dari investee.
Kepemilikan Lebih dari 50%
Sebuah perusahaan yang memiliki lebih dari 50% saham biasa
entitas lainnya dikenal sebagai induk
perusahaan (parent company). Entitas
yang sahamnya dimiliki oleh induk perusahaan disebut anak perusahaan/subsidiary [terafiliasi] (subsidiary [affiliated] company). Oleh karena kepemilikan
sahamnya, induk perusahaan mempunyai kepemilikan
pengendali (controlling interest)
Contoh Harga
Perolehan Investasi pada Saham
Sebuah perusahaan membeli 100.000 lembar saham perusahaan
lain dari pasar terbuka dengan harga Rp 1.200 perlembar. Biaya perantara,
pajak, dan lain-lain 10% dari harga beli. Ayat jurnal untuk mencatat perolehan
surat berharga ini yaitu sebagai berikut.
Harga perolehan 100.000 lembar @ Rp 1.200 = Rp 120.000.000
Biaya perantara, pajak, dan lain-lain 10% = Rp 12.000.000
Harga perolehan 100.000 lembar saham = Rp 132.000.000
Marketable securities Rp
132.000.000
Cash Rp
132.000.000
6.
Disposisi atau Penjualan Sekuritas Investasi
Masalah dalam hal ini terjadinya disposisi atau penjualan
sekuritas adalah bagaimanakah penentuan laba-rugi disposisi ini. Secara
sederhana laba-rugi disposisi diperoleh dari selisih antara hasil penjualan
neto (proceeds) dan harga
perolehannya (aquisition cost).
Penentuan proceeds untuk marketable debt securities harus
diperhatikan apakah dalam harga jual ini termasuk unsur pendapatan bunga yang
merupakan bagian si penjual atau tidak. Jadi dalam penentuan proceeds, unsur bunga ini harus
dikeluarkan dalam perhitungan laba-rugi disposisi. Apabila terhadap marketable securities terdapat unsur rekening
yang dinilai (valuation account) maka
terhadap sekuritas yang didisposisikan ini, unsur valuation account diabaikan karena penilaian akan tetap dilakukan
kembali dan dibuat penyesuaiannya pada akhir periode berikutnya.
Sebagai contoh, bila obligasi yang dibeli oleh perusahaan
tersebut pada tanggal 1 September dijual dengan harga Rp 105.000.000 ditambah
bunga akanan biaya pialang Rp 500.000. Ayat jurnal yang diperlukan untuk
mencatat penjualan sekuritas ini adalah;
Cash Rp 106.000.000
Marketable
securities Rp 104.250.000
Interest
revenue Rp 1.500.000
Gain
on sale of marketable securities Rp 250.000
Perhitungannya:
Harga jual (selling price) Rp
105.000.000
Dikurangi: Biaya pialang Rp 500.000
Proceed (tanpa accrued interest) Rp
104.500.000
Bunga akanan =2/12 x 9% x Rp 100.000.000 Rp 1.500.000
Jumlah kas yang diterima (termasuk bunga akanan) Rp 106.000.000
Proceed (tanpa bunga akanan) Rp 104.500.000
Harga perolehan Rp
104.250.000
Gain on sale of marketable securities Rp 250.000
Dapat disimpulkan bahwa dalam penentuan laba-rugi
disposisi dihitung neto dari biaya-biaya penjualan. Laba-rugi disposisi
dilaporkan dalam perhitungan laba-rugi sebagai pendapatan atau beban lain-lain (other revenue atau other expense).
7.
Penilaian atas Surat Berharga Jangka Pendek
Masalah penilaian (valuation)
terhadap sekuritas menjadi penting karena sebagai aktiva yang paling dekat
dengan kas (near cash assets), maka
sekuritas yang dikelompokkan sebagai aktiva lancar lazimnya disajikan
berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value).
Ada tiga metode yang berbeda dalam penilaian sekuritas
yang segera dapat dipasarkan, yaitu :
1. Metode Harga Pokok (Cost Method)
Penerapan metode ini tidak mempunyai dampak terhadap pencatatan atau
perlakuan akuntansi, karena sekuritas tetap dilaporkan berdasarkan harga
perolehannya sampai terjadinya disposisi.
2. Metode Harga Pokok atau Harga Pasar Mana yang Lebih
Rendah (Lower Cost or Market Method)
Sesuai dengan constraint
conservatism yaitu apabila harga pasar (market
value) berada dibawah harga perolehannya, maka terhadap sekuritas tersebut
dilakukan penurunan nilai (write-down) sampai
pada harga pasar yang berlaku, yang berarti adanya penurunan harga ini kerugian
langsung diakui walaupun belum direalisasi.
3. Metode Harga Pasar (Market Method
Pengertian
harga pasar (market value) disini
adalah harga pasar yang berlaku pada saat penyiapan laporan keuangan, yang
selanjutnya harga pasar ini dibandingkan dengan harga perolehannya.
Min, kalo boleh tau sumbernya ngambil dari buku apa yakk??
BalasHapuslogam mulia paling cocok buat invest jangka panjang. terimakasih gan
BalasHapus