Laman

Rabu, 07 Desember 2016

Aktiva Berwujud - Pengertian dan Pemerolehannya


 
1.     Pengertian  Aktiva Tetap
Adalah sumber daya yang memiliki empat elemen yaitu : (1) berwujud, (2) untuk operasi perusahaan, (3) bermanfaat lebih dari 1 tahun, (4) tidak dimaksudkan untuk diperjual belikan. Aktiva semacam ini biasanya memiliki masa pemakaian yang lama dan diharapkan dapat memberi manfaat pada perusahaan selama bertahun-tahun. Manfaat yang diberikan aktiva tetap umumnya semakin lama semakin menurun, kecuali manfaat yang diberikan oleh tanah.

2.     Konsep Aktiva Tetap
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.(Prinsip Akuntansi Indonesia 1984,halaman 35).
Karakteristik yang membedakan asset tetap dari barang dagangan ialah bahwa asset tetap dimiliki perusahaan untuk digunakan, sedang barang dagangan tidak untuk digunakan melainkan dijual. Sebagai contoh, mesin Tik pada sebuah took peralatan kantor adalah barang dagangan, karena disini perusahaan membeli peralatan kantor untuk dijual kembali sebagai barang dagangan. Akan tetapi jika perusahaan memiliki mesin tik untuk digunakan dalam operasi perusahaan, maka mesin tersebut digolongkan sebagai asset tetap.
Asset tetap juga berbeda dari investasi jangka panjang. Meskipun keduanya dimiliki untuk masa lebih dari satu periode akuntansi. Sebagai contoh, tanah yang dibeli untuk keperluan ekspansi di masa yang akan datang akan digolongkan sebagai investasi jangka panjang dan tidak termasuk sebagai asset tetap karena tidak digunakan dalam operasi perusahaan. Begitu juga halnya dengan tanah yang dibeli perusahaan real estate; tanah tersebut tidak merupakan asset tetap karena tanah tersebut akan dijual lagi. Tanah untuk cadangan perluasan (ekspansi) dikelompokkan dalam aktiva lain, sedang tanah bagi real estate merupakan sediaan.
Karakteristik yang membedakan asset tetap dari asset lancar berwujud seperti perlengkapan kantor, ialah bahwa perlengkapan dimiliki untuk digunakan dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan. Sebagai contoh, sebuah bola lampu pijar untuk penerangan merupakan asset berwujud, digunakan untuk operasi perusahaan, tetapi tidak merupakan asset tetap karena pada umunya berumur kurang dari satu tahun. Asset tetap dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang, biasanya meliputi beberapa periode akuntansi.
Ditinjau dari umur aktiva tetap, aktiva tetap dapat dikelompokkan menjadi : aktiva tetap berumur tidak terbatas dan aktiva berumur terbatas. Contoh aktiva tetap yang berumur tidak terbatas adalah tanah untuk pendirian bangunan. Aktiva tetap yang lain semuanya berumur terbatas. Terhadap aktiva tetap dengan umur terbatas harus dilakukan depresiasi atau deplesi.

3.     Penggolongan Aktiva Tetap
Aktiva tetap biasanya digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1.       Tanah, ha katas tanah (hak guna bangunan dan hak pakai) meliputi tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya gedung-gedung perusahaan dan fasilitas perusahaan lainnya.
2.       Perbaikan tanah, sebagai contoh jalan-jalan di seputar lokasi perusahaan yang dibangun oleh perusahaan, tempat parker, pagar, dan saluran air dibawah tanah.
3.       Gedung, meliputi gedung yang digunakan untuk kantor, took, pabrik, gudang, dan bangunan gedung lainnya.
4.       Peralatan, seperti peralatan kantor (mesin ketik, computer, mesin faksimile dan lain sebagainya), kendaraan, perabotan (meja-kursi, almari, rak dan lain sebagainya).

4.     Penilaian Aktiva Tetap
Penilaian aktiva tetap untuk pertama kali didasarkan pada harga pemerolehan. Setelah saat pemerolehan, aktiva tetap disajikan berdasar harga bukunya. Harga buku adalah harga pemerolehan dikurangi dengan akumulasi depresiasi atau akumulasi deplesi sampai dengan penyajian.
Prinsip akuntansi Indonesia menghendaki agar aktiva tetap yang manfaat ekonomisnya tidak lagi sebesar nilai bukunya, dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat ekonomis yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aktiva tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian. Jika terdapat aktiva tetap yang tidak dapat digunakan lagi, maka aktiva ini harus disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain sebesar taksiran nilai realisasinya.
Yang dimaksud dengan harga pemerolehan aktiva tetap adalah semua biaya atau kewajiban yang dipikul pembeli sampai aktiva tetap tersebut dapat berfungsi sebagaimana dimaksud oleh pembuatnya atau pembelinya. Biaya reparasi bukan merupakan komponen harga pemerolehan, kecuali biaya reparasi yang terjadi  sebelum aktiva dioperasikan dengan tujuan untuk membuat aktiva tetap tersebut dapat dioperasikan.
Biaya dan kewajiban yang dapat dimasukkan sebagai harga pemerolehan aktiva tetap disebut juga sebagai pengeluaran modal (capital expenditure) karena biaya tersebut dikapitalisasi. Biaya dan kewajiban yang lain dinamakan biaya operasi yang disebut juga sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure ) karena biaya tersebut dibebankan kepada pendapatan. Pengeluaran pendapatan dapat dibedakan dari pengeluaran modal karena pengeluaran pendapatan terjadi berulang-ulang.

5.     Penentuan Biaya Pemerolehan Aktiva Tetap
Agar sejalan dengan prinsip akuntansi yang lazim, asset tetap harus dicatat sebesar biaya pemerolehannya. Biaya perolehan meliputi semua pengeluaran yang diperlukan untuk mendapatkan asset, dan pengeluaran-pengeluaran lain hingga asset siap untuk digunakan.
Aktiva tetap dapat diperoleh melalui beberapa cara; pembelian,pembuatan dan tukar menukar.
      5.1       Aktiva Tetap Diperoleh Melalui Pembelian
Harga pemerolehan aktiva tetap yang diperoleh melalui pembelian terdiri dari harga aktiva tetap ditambah dengan semua biaya atau kewajiban yang dipikul pembeli sampai aktiva tetap tersebut dapat berfungsi. Dengan demikian yang termasuk dalam harga pemerolehan adalah biaya pembukaan letter of credit (L/C), harga aktiva, biaya masuk, pajak penjualan dan pajak-pajak yang lain yang berhubungan dengan pembelian tersebut, biaya angkut, premi asuransi selama aktiva tetap dalam angkutan, biaya pemasangan dan persiapan pemakaian : pembuatan pondasi, perizinan, dan uji coba.
      5.2       Aktiva Tetap Diperoleh Melalui Pembelian Angsuran
Untuk meningkatkan volume penjualan, banyak barang termasuk aktiva tetap yang dijual secara angsuran. Penjualan tersebut disebut juga sebagai sewa beli. Harga barang yang dijual secara angsuran lebih tinggi daripada kalau barang tersebut dijual secara tunai, karena ditambah dengan bunga. Oleh karena bunga dalam pembelian angsuran bukan merupakan komponen harga perolehan, maka biaya bunga tersebut tidak boleh dikapitalisasi.
Oleh karena dalam perjanjian sewa beli tersebut tidak disebutkan tingkat bunga yang dibebankan kepada pembeli. Sebagai contoh, perjanjian sewa beli kendaraan bermotor , maka biaya bunga tersebut harus dicari dengan jalan membandingkan harga pembelian angsuran dengan harga pembelian tunai. Dalam praktek, pembelian angsuran kendaraan bermotor dituangkan sebagai perjanjian sewa beli. Akibatnya, kalau pembeli gagal melakukan kewajibannya maka kendaraan bermotor diambil kembali oleh penjual sedang uang yang sudah dibayarkan oleh pembeli tidak dikembalikan oleh penjual kepada pembeli karena pembayaran tersebut dianggap sebagai pembayaran sewa selama kendaraan dikuasai oleh pembeli.
      5.3        Aktiva Tetap Diperoleh Melalui Pembayaran dengan Saham Perusahaan
Kalau saham yang diberikan tidak diperdagangkan dibursa efek dan aktiva tetap yang diperoleh tidak mempunyai harga pasar, maka harga perolehan aktiva tetap sukar untuk ditentukan secara obyektif. Sebagai misal, seorang veteran memperoleh dari pemerintah  hak kuasa menambang (hak untuk mengambil biji tambangdari tanah pemerintah) pasir besi sebagai penghargaan atas jas-jasanya. Oleh karena veteran tersebut tidak mempunyai cukup uang untuk mengelola hak kuasa menambang, maka bersama seorang kawannya dia mendirikan sebuah perseroan terbatas tertutup. Kawannya tersebut membeli 100 lembar (50%) saham sebesar harga nominalnya Rp. 1000.000 per lembar saham. Veteran tersebut juga membeli 100 lembar saham sebagai pembayarannya dia menyerahkan hak kuasa menambang kepada perseroan terbatas.
Kalau saham tersebut diperdagangkan di bursa, maka harga saham diketahui sehingga pencatatan transaksi tidak menjadi masalah. Kalau hak kuasa menambang tersebut diketahui harganya, maka pencatatan transaksi juga tidak menjadi masalah (harga hak kuasa menambang dijadikan dasar pencatatan sehingga diketahui agio maupun disagio saham). Untuk mengatasi kesulitan pencatatan tersebut, pimpinan perseroan terbatas dapat memutuskan sendiri harga pemerolehan aktiva tetap tersebut.
      5.4       Aktiva Tetap Diperoleh Melalui Tukar Menukar
Pertukaran tersebut dapat dilakukan antara aktiva tetap sejenis dan antara aktiva tetap tidak sejenis. Cara memperoleh aktiva tetap melalui tukar menukar tersebut sering terjadi pada bisnis kendaraan bermotor. Misalnya seorang menukarkan sepeda motor Yamaha yang sudah tua dengan Honda (tukar menukar antara aktiva tetap sejenis), atau menukarkan sepeda motor dengan mobil (tukar menukar aktiva tetap yang tidak sejenis).
Mengenai tukar menukar aktiva tetap, Prinsip Akuntansi Indonesia (halaman 30) mengaturnya sebagai berikut:
Aktiva tetap yang diperoleh melalui transaksi pertukaran non moneter biasanya dinilai sebesar nilai wajar dari nilai aktiva yang diperoleh atau aktiva yang diserahkan yang mana yang lebih layak berdasarkan data/bukti yang tersedia. Bila menyangkut pertukaran aktiva yang tidak sejenis, perbedaan antara nilai buku aktiva tetap yang diserahkan dengan nilai wajar yang digunakan sebagai dasar pencatatan aktiva yang diperoleh pada tanggal transaksi terjadi harus diakui sebagai laba atau rugi pertukaran aktiva tetap, kecuali dalam hal pertukaran sejenis dimana laba yang timbul akan ditangguhkan.
Catatan :
1.       Secara implisit Prinsip Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa dalam hal pertukaran aktiva sejenis kerugian harus segera diakui, sedangkan laba ditangguhkan pengakuannya.
2.       Prinsip Akuntansi Indonesia tidak menjelaskan definisi sejenis. Akan tetapi para akuntan berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sejenis adalah fungsi aktiva tetap, bukan materi yang membentuk aktiva tetap tersebut. Sebagai contoh telepon yang terbuat dari plastic sama jenisnya dengan telepon yang terbuat dari emas.
      5.5       Aktiva Tetap Diperoleh Melalui Pembuatan Sendiri
Prinsip Akuntansi Indonesia menentukan bahwa harga pemerolehan aktiva tetap yang dibangun sendiri meliputi seluruh biaya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aktiva tersebut hingga siap digunakan. Sehubungan dengan ketentuan tersebut maka aktiva tetap yang dibuat sendiri harus dibebani: bahanmentah, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Lain halnya dengan pembebanan beban mentah dan tenaga kerja langsung, pembebanan biaya overhead pabrik dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama membebani aktiva tetap berdasar tarif biaya overhead pabrik yang timbul sebagai akibat pembuatan aktiva tetap tersebut.
Masalah lain yang muncul sehubungan dengan pembuatan sendiri aktiva tetap adalah biaya bunga. Biaya bunga telah menjadi masalah yang kontroversial sampai 2 Oktober 1987. Pada tanggal tersebut IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) mengeluarkan Pernyataan No. 2, Pernyataan tersebut menentukan bahwa biaya bunga sehubungan dengan pembangunan suatu aktiva boleh dikapitalisasi bila dipenuhi persyaratan berikut ini :
1.       Biaya pembangunan dapat diidentifikasi
2.       Pembuatan aktiva memerlukan jangka waktu yang cukup lama
3.       Memerlukan biaya yang besar, sehingga menimbulkan biaya bunga yang besar pula.

Pernyataan tersebut berlaku pula untuk aktiva yang dibangun oleh pihak lain dan aktiva yang dimaksudkan untuk dijual disewakan ataupun dijual.
      5.6       Aktiva Tetap Diperoleh Melalui Sumbangan
Perseroan terbatas kadang-kadang menerima sumbangan dari pemegang saham. Sumbangan ini tidak diberikan karena kedermawanan pemegang saham, tetapi demi kepentingan pemegang saham sendiri. Contohnya adalah pemegang saham sebuah bank di Indonesia yang menyumbangkan uang dalam jumlah besar setelah mengetahu bank tersebut menderita kerugian besar karena perbuatan salah seorang pemimpinnya. Dengan sumbangan tersebut, bank dapat menghindari kebangkrutan dan masih mempunyai kesempatan untuk mencari laba.
      Walaupun dalam kasus bank tersebut sumbangan berupa uang, tetapi sumbangan dapat juga berupa barang. Dalam hal demikian, bank perlu menaksir harga aktiva yang diterimanya.
      Berdasar konsep harga pemerolehan, aktiva sumbangan tersebut akan dicatat sebesar Rp 0 karena hadiah tersebut diperoleh tanpa pengorbanan apapun. Kalau ada pengorbanan, barangkali pengorbanan tersebut sangat kecil karena terdiri dari biaya untuk mengurus hadiah dan balik nama. Oleh karena pencatatan sedemikian tidak dapat menunjukkan sumber ekonomi yang dipakai oleh perusahaan, maka diadakan penyimpangan terhadap konsep harga pemerolehan tersebut. Penyimpangan ini menghendaki supaya aktiva tetap yang berasal dari sumbangan dicatat sebesar harga pasar.

6.     Lain-Lain
      6.1       Kemasan Pakai Ulang (Returnable Container)
Termasuk dalam aktiva tetap adalah pengemas pakai ulang (returnable container), misalnya tabung gas dan botol minuman. Kemasan tersebut dipinjamkan kepada konsumen setelah konsumen membayar uang jaminan. Uang jaminan tersebut dikembalikan kepada konsumen setelah konsumen mengembalikan kemasan.
Pada waktu menerima uang jaminan, perusahaan mendebit Kas dan mengkredit Uang Jaminan. Perusahaan megembalikan uang tersebut pada waktu kemasan diterima kembali dari konsumen. Jurnal pengembalian uang jaminan adalah debit Uang Jaminan dan kredit Kas. Pada saat penyerahan dan menerima kembali kemasan, perusahaan tidak membuat jurnal karena kepemilikan kemasan tersebut tidak berubah, yaitu tetap berada pada perusahaan.
Akan tetapi tidak semua konsumen mengembalikan kemasan. Oleh karena itu dari uang titipan secara periodic harus diperkirakan jumlah yang tidak dikembalikan kepada konsumen dan karenanya dianggap dibeli oleh konsumen. Hal ini dibicarakan pada saat membahas utang jangka pendek.
      6.2       Pola dan Cetakan
Di perusahaan plastic dan serat kaca digunakan banyak pola dan cetakan. Kalau pola dan cetakan tersebut dipakai untuk jangka waktu yang lama, maka pola dan cetakan tersebut harus dikapitalisasi dan didepresiasi. Sebaliknya, kalau pola dan cetakan tersebut dipakai untuk jangka pendek, misalnya untuk memenuhi sebuah pesanan khusus, maka harga pola dan cetakan tersebut harus dibebankan kepada pesanan khusus tersebut harus dibebankan kepada pesanan khusus tersebut, dengan demikian tidak dikapitalisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar