1.
Pengertian Aktiva
Tetap
Adalah sumber daya yang memiliki empat elemen yaitu : (1)
berwujud, (2) untuk operasi perusahaan, (3) bermanfaat lebih dari 1 tahun, (4)
tidak dimaksudkan untuk diperjual belikan. Aktiva semacam ini biasanya memiliki
masa pemakaian yang lama dan diharapkan dapat memberi manfaat pada perusahaan
selama bertahun-tahun. Manfaat yang diberikan aktiva tetap umumnya semakin lama
semakin menurun, kecuali manfaat yang diberikan oleh tanah.
2.
Konsep Aktiva Tetap
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia aktiva tetap adalah
aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun
lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan dan mempunyai masa
manfaat lebih dari satu tahun.(Prinsip Akuntansi Indonesia 1984,halaman 35).
Karakteristik yang membedakan asset tetap dari barang
dagangan ialah bahwa asset tetap dimiliki perusahaan untuk digunakan, sedang
barang dagangan tidak untuk digunakan melainkan
dijual. Sebagai contoh, mesin Tik pada sebuah took peralatan kantor adalah
barang dagangan, karena disini perusahaan membeli peralatan kantor untuk dijual kembali sebagai barang
dagangan. Akan tetapi jika perusahaan memiliki mesin tik untuk digunakan dalam
operasi perusahaan, maka mesin tersebut digolongkan sebagai asset tetap.
Asset tetap juga berbeda dari investasi jangka panjang.
Meskipun keduanya dimiliki untuk masa lebih dari satu periode akuntansi.
Sebagai contoh, tanah yang dibeli untuk keperluan ekspansi di masa yang akan datang
akan digolongkan sebagai investasi jangka panjang dan tidak termasuk sebagai
asset tetap karena tidak digunakan dalam operasi perusahaan. Begitu juga halnya dengan
tanah yang dibeli perusahaan real estate;
tanah tersebut tidak merupakan asset tetap karena tanah tersebut akan dijual
lagi. Tanah untuk cadangan perluasan (ekspansi) dikelompokkan dalam aktiva lain, sedang tanah bagi real estate merupakan sediaan.
Karakteristik yang membedakan asset tetap dari asset
lancar berwujud seperti perlengkapan kantor, ialah bahwa perlengkapan dimiliki
untuk digunakan dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan.
Sebagai contoh, sebuah bola lampu pijar untuk penerangan merupakan asset
berwujud, digunakan untuk operasi perusahaan, tetapi tidak merupakan asset
tetap karena pada umunya berumur kurang dari satu tahun. Asset tetap dimiliki perusahaan
untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang, biasanya meliputi
beberapa periode akuntansi.
Ditinjau dari umur aktiva tetap, aktiva tetap dapat
dikelompokkan menjadi : aktiva tetap berumur tidak terbatas dan aktiva
berumur terbatas. Contoh aktiva tetap yang berumur tidak terbatas adalah
tanah untuk pendirian bangunan. Aktiva tetap yang lain semuanya berumur terbatas.
Terhadap aktiva tetap dengan umur terbatas harus dilakukan depresiasi atau
deplesi.
3.
Penggolongan Aktiva Tetap
Aktiva tetap biasanya digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1.
Tanah, ha katas tanah (hak guna
bangunan dan hak pakai) meliputi tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya
gedung-gedung perusahaan dan fasilitas perusahaan lainnya.
2.
Perbaikan tanah, sebagai contoh
jalan-jalan di seputar lokasi perusahaan yang dibangun oleh perusahaan, tempat
parker, pagar, dan saluran air dibawah tanah.
3.
Gedung, meliputi gedung yang
digunakan untuk kantor, took, pabrik, gudang, dan bangunan gedung lainnya.
4.
Peralatan, seperti peralatan
kantor (mesin ketik, computer, mesin faksimile dan lain sebagainya), kendaraan,
perabotan (meja-kursi, almari, rak dan lain sebagainya).
4.
Penilaian Aktiva Tetap
Penilaian aktiva tetap untuk pertama kali didasarkan pada
harga pemerolehan. Setelah saat pemerolehan, aktiva tetap disajikan berdasar
harga bukunya. Harga buku adalah harga pemerolehan dikurangi dengan akumulasi
depresiasi atau akumulasi deplesi sampai dengan penyajian.
Prinsip akuntansi Indonesia menghendaki agar aktiva tetap
yang manfaat ekonomisnya tidak lagi sebesar nilai bukunya, dinyatakan sebesar
jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat ekonomis yang tersisa. Penurunan nilai
kegunaan aktiva tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian. Jika terdapat
aktiva tetap yang tidak dapat digunakan lagi, maka aktiva ini harus disajikan
dalam kelompok aktiva lain-lain sebesar taksiran nilai realisasinya.
Yang dimaksud dengan harga pemerolehan aktiva tetap
adalah semua biaya atau kewajiban yang dipikul pembeli
sampai aktiva tetap tersebut dapat berfungsi sebagaimana dimaksud oleh
pembuatnya atau pembelinya. Biaya reparasi bukan merupakan komponen
harga pemerolehan, kecuali biaya reparasi yang terjadi sebelum aktiva dioperasikan dengan tujuan
untuk membuat aktiva tetap tersebut dapat dioperasikan.
Biaya dan kewajiban yang dapat dimasukkan sebagai harga
pemerolehan aktiva tetap disebut juga sebagai pengeluaran modal (capital expenditure) karena biaya
tersebut dikapitalisasi. Biaya dan kewajiban yang lain dinamakan biaya operasi
yang disebut juga sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure ) karena biaya
tersebut dibebankan kepada pendapatan. Pengeluaran pendapatan dapat dibedakan
dari pengeluaran modal karena pengeluaran pendapatan terjadi berulang-ulang.
5.
Penentuan Biaya Pemerolehan Aktiva Tetap
Agar sejalan dengan prinsip akuntansi yang lazim, asset
tetap harus dicatat sebesar biaya pemerolehannya. Biaya perolehan meliputi semua
pengeluaran yang diperlukan untuk mendapatkan asset, dan
pengeluaran-pengeluaran lain hingga asset siap untuk digunakan.
Aktiva tetap dapat diperoleh melalui beberapa cara; pembelian,pembuatan dan tukar menukar.
5.1
Aktiva Tetap
Diperoleh Melalui Pembelian
Harga pemerolehan aktiva tetap yang diperoleh melalui pembelian terdiri
dari harga aktiva tetap ditambah dengan semua biaya atau kewajiban yang dipikul
pembeli sampai aktiva tetap tersebut dapat berfungsi. Dengan demikian yang
termasuk dalam harga pemerolehan adalah biaya pembukaan letter of credit (L/C), harga aktiva, biaya masuk, pajak penjualan
dan pajak-pajak yang lain yang berhubungan dengan pembelian tersebut, biaya
angkut, premi asuransi selama aktiva tetap dalam angkutan, biaya pemasangan dan
persiapan pemakaian : pembuatan pondasi, perizinan, dan uji coba.
5.2
Aktiva Tetap
Diperoleh Melalui Pembelian Angsuran
Untuk meningkatkan volume penjualan, banyak barang
termasuk aktiva tetap yang dijual secara angsuran. Penjualan tersebut disebut
juga sebagai sewa beli. Harga barang yang dijual secara angsuran lebih tinggi
daripada kalau barang tersebut dijual secara tunai, karena ditambah dengan
bunga. Oleh karena bunga dalam pembelian angsuran bukan merupakan komponen
harga perolehan, maka biaya bunga tersebut tidak boleh dikapitalisasi.
Oleh karena dalam perjanjian sewa beli tersebut tidak
disebutkan tingkat bunga yang dibebankan kepada pembeli. Sebagai contoh,
perjanjian sewa beli kendaraan bermotor , maka biaya bunga tersebut harus
dicari dengan jalan membandingkan harga pembelian angsuran dengan harga
pembelian tunai. Dalam praktek, pembelian angsuran kendaraan bermotor
dituangkan sebagai perjanjian sewa beli. Akibatnya, kalau pembeli gagal
melakukan kewajibannya maka kendaraan bermotor diambil kembali oleh penjual
sedang uang yang sudah dibayarkan oleh pembeli tidak dikembalikan oleh penjual
kepada pembeli karena pembayaran tersebut dianggap sebagai pembayaran sewa
selama kendaraan dikuasai oleh pembeli.
5.3
Aktiva Tetap Diperoleh Melalui Pembayaran
dengan Saham Perusahaan
Kalau saham yang diberikan tidak diperdagangkan dibursa
efek dan aktiva tetap yang diperoleh tidak mempunyai harga pasar, maka harga
perolehan aktiva tetap sukar untuk ditentukan secara obyektif. Sebagai misal,
seorang veteran memperoleh dari pemerintah hak
kuasa menambang (hak untuk mengambil biji tambangdari tanah pemerintah)
pasir besi sebagai penghargaan atas jas-jasanya. Oleh karena veteran tersebut
tidak mempunyai cukup uang untuk mengelola hak kuasa menambang, maka bersama
seorang kawannya dia mendirikan sebuah perseroan terbatas tertutup. Kawannya
tersebut membeli 100 lembar (50%) saham sebesar harga nominalnya Rp. 1000.000
per lembar saham. Veteran tersebut juga membeli 100 lembar saham sebagai
pembayarannya dia menyerahkan hak kuasa menambang kepada perseroan terbatas.
Kalau saham tersebut diperdagangkan di bursa, maka harga
saham diketahui sehingga pencatatan transaksi tidak menjadi masalah. Kalau hak
kuasa menambang tersebut diketahui harganya, maka pencatatan transaksi juga
tidak menjadi masalah (harga hak kuasa menambang dijadikan dasar pencatatan
sehingga diketahui agio maupun disagio saham). Untuk mengatasi
kesulitan pencatatan tersebut, pimpinan perseroan terbatas dapat memutuskan
sendiri harga pemerolehan aktiva tetap tersebut.
5.4
Aktiva Tetap
Diperoleh Melalui Tukar Menukar
Pertukaran tersebut dapat dilakukan antara aktiva tetap
sejenis dan antara aktiva tetap tidak sejenis. Cara memperoleh aktiva tetap
melalui tukar menukar tersebut sering terjadi pada bisnis kendaraan bermotor.
Misalnya seorang menukarkan sepeda motor Yamaha yang sudah tua dengan Honda
(tukar menukar antara aktiva tetap sejenis), atau menukarkan sepeda motor
dengan mobil (tukar menukar aktiva tetap yang tidak sejenis).
Mengenai tukar menukar aktiva tetap, Prinsip Akuntansi
Indonesia (halaman 30) mengaturnya sebagai berikut:
Aktiva tetap yang diperoleh melalui transaksi pertukaran
non moneter biasanya dinilai sebesar nilai wajar dari nilai aktiva yang
diperoleh atau aktiva yang diserahkan yang mana yang lebih layak berdasarkan
data/bukti yang tersedia. Bila menyangkut pertukaran aktiva yang tidak
sejenis, perbedaan antara nilai buku aktiva tetap yang diserahkan
dengan nilai wajar yang digunakan sebagai dasar pencatatan aktiva yang
diperoleh pada tanggal transaksi terjadi harus diakui sebagai laba
atau rugi pertukaran aktiva tetap, kecuali dalam hal pertukaran sejenis
dimana laba yang timbul akan ditangguhkan.
Catatan :
1.
Secara
implisit Prinsip Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa dalam hal pertukaran
aktiva sejenis kerugian harus segera diakui, sedangkan laba ditangguhkan
pengakuannya.
2.
Prinsip
Akuntansi Indonesia tidak menjelaskan definisi sejenis. Akan tetapi para
akuntan berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sejenis adalah fungsi aktiva tetap, bukan materi yang membentuk
aktiva tetap tersebut. Sebagai contoh telepon yang terbuat dari plastic sama
jenisnya dengan telepon yang terbuat dari emas.
5.5
Aktiva Tetap
Diperoleh Melalui Pembuatan Sendiri
Prinsip Akuntansi Indonesia menentukan bahwa harga
pemerolehan aktiva tetap yang dibangun sendiri meliputi seluruh biaya yang
terjadi berkenaan dengan pembangunan aktiva tersebut hingga siap digunakan.
Sehubungan dengan ketentuan tersebut maka aktiva tetap yang dibuat sendiri
harus dibebani: bahanmentah, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Lain halnya dengan pembebanan beban mentah dan tenaga
kerja langsung, pembebanan biaya overhead pabrik dapat dilakukan dengan dua
cara. Pertama membebani aktiva tetap berdasar tarif biaya overhead pabrik yang
timbul sebagai akibat pembuatan aktiva tetap tersebut.
Masalah lain yang muncul sehubungan dengan pembuatan
sendiri aktiva tetap adalah biaya bunga. Biaya bunga telah menjadi masalah yang
kontroversial sampai 2 Oktober 1987. Pada tanggal tersebut IAI (Ikatan Akuntansi
Indonesia) mengeluarkan Pernyataan No. 2,
Pernyataan tersebut menentukan bahwa biaya bunga sehubungan dengan pembangunan
suatu aktiva boleh dikapitalisasi bila dipenuhi persyaratan berikut ini
:
1.
Biaya
pembangunan dapat diidentifikasi
2.
Pembuatan
aktiva memerlukan jangka waktu yang cukup lama
3.
Memerlukan
biaya yang besar, sehingga menimbulkan biaya bunga yang besar pula.
Pernyataan tersebut berlaku pula untuk aktiva yang dibangun oleh pihak lain dan
aktiva yang dimaksudkan untuk dijual disewakan ataupun dijual.
5.6
Aktiva Tetap
Diperoleh Melalui Sumbangan
Perseroan terbatas kadang-kadang menerima sumbangan dari
pemegang saham. Sumbangan ini tidak diberikan karena kedermawanan pemegang
saham, tetapi demi kepentingan pemegang saham sendiri. Contohnya adalah
pemegang saham sebuah bank di Indonesia yang menyumbangkan uang dalam jumlah
besar setelah mengetahu bank tersebut menderita kerugian besar karena perbuatan
salah seorang pemimpinnya. Dengan sumbangan tersebut, bank dapat menghindari
kebangkrutan dan masih mempunyai kesempatan untuk mencari laba.
Walaupun dalam kasus bank
tersebut sumbangan berupa uang, tetapi sumbangan dapat juga berupa barang.
Dalam hal demikian, bank perlu menaksir harga aktiva yang diterimanya.
Berdasar konsep harga
pemerolehan, aktiva sumbangan tersebut akan dicatat sebesar Rp 0 karena hadiah
tersebut diperoleh tanpa pengorbanan apapun. Kalau ada pengorbanan, barangkali
pengorbanan tersebut sangat kecil karena terdiri dari biaya untuk mengurus
hadiah dan balik nama. Oleh karena pencatatan sedemikian tidak dapat
menunjukkan sumber ekonomi yang dipakai oleh perusahaan, maka diadakan
penyimpangan terhadap konsep harga pemerolehan tersebut. Penyimpangan ini
menghendaki supaya aktiva tetap yang berasal dari sumbangan dicatat sebesar
harga pasar.
6.
Lain-Lain
6.1
Kemasan Pakai Ulang (Returnable Container)
Termasuk dalam aktiva tetap adalah pengemas pakai ulang (returnable container), misalnya tabung
gas dan botol minuman. Kemasan tersebut dipinjamkan kepada konsumen setelah
konsumen membayar uang jaminan. Uang jaminan tersebut dikembalikan kepada
konsumen setelah konsumen mengembalikan kemasan.
Pada waktu menerima uang jaminan, perusahaan mendebit Kas
dan mengkredit Uang Jaminan. Perusahaan megembalikan uang tersebut pada waktu
kemasan diterima kembali dari konsumen. Jurnal pengembalian uang jaminan adalah
debit Uang Jaminan dan kredit Kas. Pada saat penyerahan dan menerima kembali
kemasan, perusahaan tidak membuat jurnal karena kepemilikan kemasan tersebut
tidak berubah, yaitu tetap berada pada perusahaan.
Akan tetapi tidak semua konsumen mengembalikan kemasan.
Oleh karena itu dari uang titipan secara periodic harus diperkirakan jumlah
yang tidak dikembalikan kepada konsumen dan karenanya dianggap dibeli oleh
konsumen. Hal ini dibicarakan pada saat membahas utang jangka pendek.
6.2
Pola dan Cetakan
Di perusahaan plastic dan serat kaca digunakan banyak pola dan cetakan.
Kalau pola dan cetakan tersebut dipakai untuk jangka waktu yang lama, maka pola
dan cetakan tersebut harus dikapitalisasi dan didepresiasi. Sebaliknya, kalau
pola dan cetakan tersebut dipakai untuk jangka pendek, misalnya untuk memenuhi
sebuah pesanan khusus, maka harga pola dan cetakan tersebut harus dibebankan
kepada pesanan khusus tersebut harus dibebankan kepada pesanan khusus tersebut,
dengan demikian tidak dikapitalisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar