Laman

Rabu, 07 Desember 2016

Investasi Jangka Panjang - Saham dan Obligasi



Akuntansi untuk indonesia sekuritas jangka panjang diatur oleh Prinsip Akuntansi Indonesia (1984) pasal 3 (Halaman 34). Investasi jangka panjang merupakan bentuk penyertaan jangka panjang atau yang dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, penguasaan perusahaan lain tersebut diwujudkan oleh penguasaan suara dalam investi.

Menurut PAI, tujuan investasi jangka panjang adalah menguasai Investi. Penguasaan diwujudkan oleh jumlah suara investi.

Investasi jangka panjang dimiliki untuk jangka waktu beberapa tahun (lebih dari 1 tahun) dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu yang dekat.
1.     Investasi Jangka Panjang dalam Saham
      1.1       Definisi Saham
Saham adalah sebuah surat berharga yang menunjukkan bahwa seseorang ikut memiliki sebuah perseron terbatas.Kepemilikan tersebut menyebabkan timbulnya hak-hak tertentu kepada pemegang saham.Berbeda dengan saham diluar negeri,Di Indonesia saham harus dikeluarkan atas harga nominalnya.

Harga nominal adalah angka dalam saham yang menunjukkan harga saham tersebut.Harga nominal tersebut belum sama dengan harga pasarnya.Terdapat banyak model yang mencoba menjelaskan harga pasar saham,tetapi secara umum harga pasar saham ditentukan oleh prospek arus kas dari saham yang terkait.

Saham dapat berupa saham biasa dan juga saham preerent.Saham preferen adalah saham yang memberikan hak lebih,hak lebih tersebut dapat mengenai dividen suara,pembagian aktiva dalam hal PT.dilikuidasi,dan sebagainya.

Istilah dalam investasi jangka panjang saham:
- Investor : perusahaan yang menanamkan dana dalam perusahaan lain.
- Investee : perusahaan yang mengeluarkan saham.
      1.2       Klasifikasi  Saham
Investasi dalam bentuk saham dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk:

1.       Saham biasa adalah saham yang tidak memiliki prioritas lebih dahulu dalam pembagian laba.
Tujuannya adalah untuk mengendalikan perusahaan lain, karena memiliki  hak suara.

2.       Saham preferent adalah pembagian laba berdasarkan prioritas.
Tujuannya adalah untuk memperoleh deviden yang tetap setiap periodenya.


      1.3       Perbedaan  secara  Mendasar  antara Saham  Biasa  dengan  Saham  Preferen

SAHAM BIASA
SAHAM PREFEREN
1. Pembagian deviden dibayarkan sesudah  pembayaran deviden saham istimewa.
1. Pembagian deviden dijamin dan dibayarkan sebelum deviden saham biasa.
2. Deviden kemungkinan bisa bertambah bila perusahaan untung lebih banyak.
2. Deviden tidak bertambah bila perusahaan untung lebih banyak.
3. Kemungkinan kenaikan harga saham lebih cepat.
3. Kenaikan harga saham lebih lambat
4. Para pemegang saham memiliki kesempatan lebih kecil untuk memperoleh kembali sebagian investasi jika perusahaan jatuh peilit.
4. Para pemegang saham memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh kembali sebagian investasi jika perusahaan jatuh pailit.

2.     Investasi Jangka Panjang dalam Obligasi
      2.1       Definisi Obligasi
Obligasi (bond) adalah kontrak jangka panjang dimana peminjam dana setuju untuk membayar bunga dan pokok pinjaman, pada tanggal tertentu, kepada pemegang obligasi tersebut.

Obligasi (Bonds) merupakan salah satu jenis surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (investor) dan yang diberi pinjaman (emiten). Kontrak yang tertulis dalam obligasi berisi janji tertulis dari emiten / penerbit untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada investor, pada waktu tertentu di masa yang akan datang (umumnya antara 5 – 10 tahun) dan juga membayar imbalan bunga dengan jumlah tertentu pada setiap waktu tertentu.

Investor memiliki banyak pilihan ketika berinvestasi pada obligasi, tetapi obligasi dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis utama yaitu;

1)      Obligasi Pemerintah Federal (treasury bonds) adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah federal.
2)      Obligasi Perusahaan (corporate bonds), adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan.
3)      Obligasi Pemerintah Daerah (municipal bonds atau “munis”) adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian atau Pemerintah lokal.
4)      Obligasi Luar Negeri (foreign bonds) adalah obligasi yang diterbitkan baik oleh pemerintah luar negeri maupun perusahaan asing.
2.2       Karakteristik Obligasi
Obligasi memiliki beberapa karakteristik yang umum, obligasi-obligasi tersebut tidak selalu memiliki fitur-fitur kontrak yang sama. Berikut adalah istilah obligasi;
·         NILAI  PARI
Nilai pari (par value) adalah nilai nominal yang dinyatakan pada suatu obligasi. Nilai pari pada umumnya mencerminkan jumlah uang yang dipinjam oleh suatu perusahaan dan yang dijanjikan akan dibayarkan kembali pada tanggal jatuh tempo.
·         TINGKAT  BUNGA  KUPON
Pembayaran Kupon (coupon payment) adalah Jumlah bunga yang ditentukan untuk dibayar setiap periodenya,umumnya setiap enam bulan. Tingkat Bunga Kupon (coupon interest payment) adalah Tingkat bunga tahunan yang dinyatakan dalam suatu obligasi. Jika pembayaran kupon dibagi dengan nilai parinya maka akan diperoleh tingkat bunga kupon.
Pembayaran obligasi akan bervariasi dari waktu ke waktu. Obligasi dengan Tingkat Bunga Mengambang (floating rate bond) adalah Obligasi yang tingkat suku bunganya berfluktuasi sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tingkat suku bunga secara umum.

Beberapa obligasi tidak membayarkan kupon sama sekali, tetapi obligasi tersebut ditawarkan dengan diskon yang substansial di bawah nilai pari dan akibatnya akan memberikan suatu apresiasi modal daripada pendapatan bunga. Sekuritas-sekuritas seperti ini biasanya disebut sebagai Obligasi dengan Kupon Nol (zero coupon bond)adalah Obligasi yang tidak membayarkan bunga tahunan tetapi dijual dengan diakon dibawah nilai pari, sehingga memberikan kompensasi kepada para investornya dalam bentuk apresiasi modal.

Secara umum, setiap obligasi yang pada awalnya ditawarkan dengan harga yang jauh dibawah nilai parinya disebut sebagai Obligasi dengan Diskon Penerbitan Awal (Original issue discount-OID)

·         TANGGAL  JATUH  TEMPO
Obligasi pada umumnya memiliki tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan dimana nilai parinya harus dibayar kembali.

Kebanyakan obligasi memiliki waktu jatuh tempo (original maturity) atau waktu jatuh tempo pada saat obligasi tersebut diterbitkan yang berkisar diantara 10 hingga 40 tahun namun secara legal waktu jatuh tempo berapa pun tetap dikenakan.

·         PROVISI  PENEBUSAN

Banyak obligasi perusahaan memiliki Provisi Penebusan (call provision) adalah provisi dalam kontrak obligasi yang memberi pihak penerbitnya hak untuk menebus obligasi dengan syarat-syarat tertentu sebelum tanggal jatuh tempo normal.

·         DANA  PELUNASAN
Beberapa obligasi juga memiliki Provisi dana pelunasan (sinking fund provision)adalah provisi dalam sebuah kontrak obligasi yang mengharuskan eminten setiap tahun membayar kembali sebagian dari obligasi yang diterbitkan.

·         FITUR  LAIN

Beberapa jenis obligasi yang lain cukup sering digunakan;

1)      Obligasi yang dapat di konversi (convertible bond) adalah obligasi yang dapat ditukarkan menjadi saham biasa, pada tingkat harga yang tetap, atas opsi dari pemegang obligasi.
2)      Waran (warrant) adalah opsi yang memungkinkan pemegang membeli saham pada harga yang telah di tentukan, sehingga akan memberikan keuntungan modal jika harga dari saham mengalami kenaikan.
3)       Obligasi yang dapat dijual (putable bond) adalah obligasi dengan provisi yang memungkinkan investor obligasi menjual obligasi tersebut kembali ke perusahaan sebelum tanggal jatuh tempo dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.
4)       Obligasi pendapatan (income bond) adalah obligasi yang membayarkan bunga hanya jika bunga tersebut telah diterima.
5)       Obligasi indeks atau daya beli (indexed/purchasing power bond) adalah obligasi yang pembayaran bunganya didasarkan pada indeks inflasi sehingga akan melindungi pemegangnya dari inflasi.
2.3       Keunggulan Obligasi
Obligasi merupakan salah satu alternative investasi jangka panjang di pasar modal diminati oleh para investor. Ada 4 (empat) ketentuan dasar yang menjadi daya tarik obligasi, yaitu:

1)      Obligasi menghasilkan bunga dalam jumlah tertentu secara reguler.
2)      Obligasi kurang beresiko, karena ada janji dari emiten untuk membayar kembali pinjaman obligasi seutuhnya.
3)      Obligasi memiliki jatuh tempo yang telah ditentukan, ketika obligasi habis masanya maka pinjaman obligasi harus dibayar penuh sebesar nilai nominalnya.
4)      Tingkat bunga obligasi bersifat kompetetif, dalam artian tidak kalah jika dibandingkan dengan tingkat suku bunga perbankan yang berlaku.
2.4       Macam-Macam Obligasi
Pengelompokan obligasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu:

1.       Dilihat dari sisi penerbit :
·         Corporate Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Swasta.
·         Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
·         Municipal Bonds: yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan public (public utility).

2.       Dilihat dari sistem pembayaran bunga :
   
·         Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik, namun bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.
·         Coupon Bonds :obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
·         Fixed Coupon Bonds :obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar per dana dan akan dibayarkan secara periodik.
·         Floating Coupon Bonds :obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentuseperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.

3.       Dilihat dari hak penukaran / opsi :

·         Convertible Bonds :obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut kedalam sejumlah saham milik penerbitnya.
·         Exchangeable Bonds :obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan kedalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
·         Callable Bonds :obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
·         PutableBonds :obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.

4.       Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya :

o   Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam hal ini, termasuk didalamnya adalah :
o   Guaranteed Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan penangguangan dari pihak ketiga.
o   Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas property atau asset tetap.
o   Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.
o   Unsecured Bonds :obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum.

5.       Dilihat dari waktu jatuh temponya :

o   Term Bonds (obligasi waktu) yaitu bila obligasi yang dikeluarkan jatuh tempo pada waktu bersamaan.
o   Serial Bonds (obligasi seri) yaitu obligasi yang jatuh temponya terbagi di dalam beberapa tanggal.

3.     PENCATATAN  INVESTASI  JANGKA  PANJANG
      3.1       Saham
A.     Pada Saat Pemerolehan
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, metode akuntansi untuk investasi saham jangka panjang adalah metode ekuitas (equity method) : Rugi/laba investi diakui walau belum diumumkan sebagai deviden.

1)      Pembelian saham
Investasi dalam bentuk saham dinyatakan sebesar harga perolehannya, yaitu harga beli (kurs) ditambah dengan biaya-biaya pembelian antara lain berupa provisi, materai dan komisi.

Jurnal untuk mencatat pembelian saham sebagai berikut:

·         Pembelian tunai

Investasi jangka panjang- saham                                    xx
            Kas                                                                              xx
            Hutang pada makelar                                                   xx

·         Pembelian non tunai

Invesatasi jangka panjang – saham                                 xx
Harga pokok penjualan                                                   xx
            Persediaan barang dagangan                                          xx
            Penjualan                                                                        xx

 
·         Pembelian lumpsum

Adalah pembelian dua surat berharga/lebih dengan harga borongan dan tidak ditentukan harga per jenis surat berharga.

-          Bila diketahui harga pasar masing-masing jenis saham, maka harga perolehan masing-masing jenis saham adalah nilai relatif total masing-masing jenis saham terhadap total  harga pasar dua jenis saham.

Investasi jangka panjang saham biasa                             xx
Invesatsi jangka panjang saham preferen                        xx
            Kas                                                                              xx

-          Bila tidak diketahui harga perolehan masing-masing jenis saham.

Investasi jangka panjang saham biasa dan preferen           xx
            Kas                                                                              xx

B.     Setelah Pemerolehan
Prinsip Akuntansi Indonesia menentukan bahwa investasi saham jangka panjang harus dicatat menurut metode ekuitas. Menurut metode ini, rekening Investasi Saham Jangka Panjang didebit atau dikredit dengan bagian laba atau rugi perusahaan anak (investi) secara proporsional; dividen yang diterima dicatat sebagai pengurangan terhadap rekening investasi yang bersangkutan.

1)      Kejadian selama masa investasi

a.       Pembagian deviden kas
Deviden kas adalah deviden yang diterima oleh investor dari investee dalam bentuk uang tunai.


Investor
Investee
·         Pada tanggal pengumuman, dicatat pembagian deviden tunai.
Piutang deviden         xx
   Pendapatan deviden   xx
Deviden tunai     xx
     Utang Dividen tunai  xx
·         Pada tanggal pencatatan
-   saat tanggal       pengumuman deviden
-   saat tanggal    pembayaran deviden
-   saat tanggal       pengumuman deviden
-   saat tanggal    pembayaran deviden
·         Pada tanggal pembayaran, dicatat penerimaan kas dari deviden tunai
Kas                        xx
    Piutang deviden        xx
Utang dividen tunai   xx
  Kas                              xx

b.       Pembagian deviden saham

Deviden saham adalah deviden yang diterima oleh investor dari investee berupa saham yang sejenis dengan saham yang telah beredar.


Investor
Investee
-   Pada tanggal pengumuman, dicatat pembagian deviden tunai.

Deviden saham                     xx
Deviden saham yang  akan dibagikan                              xx
    Premium saham biasa            xx
-   Pada tanggal pencatatan
-   saat tanggal       pengumuman deviden
-   saat tanggal    pembayaran deviden
-   saat tanggal  pengumuman deviden
-   saat tanggal   pembayaran deviden
-      Pada tanggal pembayaran, dicatat penerimaan kas dari deviden tunai

Deviden saham
akan dibagikan            xx
      Modal saham                 xx

c.       Stock splits up
Stock split up adalah tindakan yang dilakukan oleh investee untuk memecah nilai nominal per lembar saham menjadi nilai yang lebih kecil.

Tujuan utama pemecahan saham inin adalah untuk menurunkan harga pasar per lembar saham dan mendorong para investor untuk memiliki saham perseroan.         
Kejadian ini tidak mengubah rekening-rekening perseroan oleh sebab itu tidak perlu mencatatnya dalam buku jurnal.

d.       Emisi saham baru dengan pemberian Hak beli saham.
Hak beli saham adalah hak istimewa diberikan kepada investor untuk membeli saham baru dengan harga dibawah harga pasar.

*   Menghitung harga perolehan hak beli saham digunakan rumus:

Harga perolehan =                                 Harga pasar HBS                      x Harga perolehan investasi
HBS                      Harga pasar saham tanpa HBS + Harga pasar HBS


*   Jurnal untuk mencatat pembelian saham dengan hak beli saham.
Investasi pada saham                            xx
            Hak beli saham                                     xx
            Kas                                                        xx


*   Jurnal untuk mencatat penjualan saham dengan hak beli saham.
Kas                                                      xx
            Hak beli saham                                     xx
            Laba penjualan HBS                             xx
Atau
Kas                                          xx
Rugi penjualan HBS               xx
            Hak beli saham                         xx

2)      Penjualan saham
Jurnal untuk mencatat penjualan saham;
Kas                                                                  xx
            Investasi jangka panjang saham biasa                 xx
            Laba penjualan investasi                                      xx
Atau
Kas                                                                    xx
Rugi Penjualan investasi                                   xx
            Investasi jangka panjang saham biasa                 xx

3)      Penarikan saham

Selisih antara uang yang diterima perusahaan investor dari pelunasan kembali saham tersebut (kurs penarikan) dengan harga perolehan dari saham yang bersangkutan akan diakui sebagai laba /rugi pelunasan kembali saham.

Jurnal untuk mencatat penarikan saham:
Kas                                                      xx
Investasi jangka panjang                       xx
Laba penarikan saham                          xx
Atau
Kas                                                        xx
Rugi penarikan saham                           xx
            Investasi jangka panjang                       xx

3.2       Obligasi
A.     Pada Saat Pemerolehan
Pada saat membeli, investasi dicatat berdasar harga beli ditambah biaya-biaya yang terjadi dalam transaksi pembelian. Oleh karena bunga berjalan yang dibayar investor dalam membeli obligasi nantinya akan diterima dari eminten obligasi, maka bunga berjalan bukan merupakan komponen dari harga pemerolehan.

1)      Pembelian obligasi.

Harga perolehan obligasi dihitung dari harga beli (kurs) ditambah dengan biaya-biaya pembelian (seperti: provoso, materai, komisi dll)

Jurnal untuk mencatat pembelian obligasi
Jurnal untuk mencatat penerimaan bunga
-      Pada tanggal bunga
Investasi jangka panjang obligasi   xx
           Kas                                            xx

Kas                                 xx
      Pendapatan  bunga          xx
-      Tidak tepat tanggal bunga

1)  Pendekatan Laba rugi
Investasi jangka panjang obligasi   xx
Pendapatan bunga                          xx
           Kas                                           xx

2) Pendekatan Neraca
Investasi jangka panjang obligasi   xx
Piutang bunga  obligsi                    xx
           Kas                                           xx


Kas                                 xx
      Pendapatan  bunga          xx



Kas                                 xx
      Piutang bunga obligasi     xx
      Pendapatan  bunga           xx

B.      Setelah Pemerolehan
Mengenai investasi obligasi jangka panjang, Prinsip Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa perbedaan antara harga pemerolehan dengan nilai nominal obligasi harus diamortisasi selama jangka waktu sisa umur obligasi. Amortisasi dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode garis lurus dan metode bunga efektif.

Bunga efektif adalah tingkat bunga yang dihitung dengan memperhatikan bunga yang diperoleh dari obligasi dan harga pemerolehan obligasi. Untuk menetukan harga obligasi;

1.       Investor dan eminten akan menentukan tingkat bunga yang dapat diterima oleh kedua belah fihak.
2.       Tingkat bunga tersebut kemudian dipakai untuk menghitung harga tunai aliran bunga yang diterima dari obligasi dan harga tunai pembayaran kembali nominal obligasi.
Kalau harga pemerolehan lebih kecil daripada harga nominal, selisihnya disebut disagio obligasi. Sebaliknya, kalau harga pemerolehan lebih besar daripada harga nominal, selisihnya disebut agio obligasi.

Amortisasi agio dan disagio obligasi adalah selisih antara bunga nominal dan bunga efektif. Bunga efektif diperoleh dengan jalan mengalikan tingkat bunga efektif dengan nilai buku investasi. Nilai buku itu sendiri diperoleh dengan jalan mengurangkan amortisasi agio atau menambahkan amortisasi disagio kepada investasi atau nilai bukunya.

Amortisasi agio dan disagio obligasi merupakan koreksi terhadap penghasilan bunga dan nilai buku investasi jangka panjang-obligasi. Amortisasi agio obligasi merupakan pengurangan penghasilan bunga dan pengurang nilai buku investasi jangka panjang-obligasi, sedangkan amortisasi disagio merupakan penambahan penghasilan bunga dan penambahan nilai buku investasi jangka panjang-obligasi.

1)      Penerimaan bunga

a.       Membuat jurnal penyesuaian untuk bunga yang belum diterima, jika tanggal bunga tidak tepat pada tanggal akhir periode akuntansi.

Piutang bunga obligasi                                      xx
            Pendapatan bunga obligasi                                xx

b.       Membuat jurnal penyesuaian untuk mencatat amortisasi agio atau disagio.

-          Harga perolehan investasi diatas nilai nominal, maka agio dan amortisasi dicatat sebagai berikut:

Pendapatan bunga obligasi                                xx
            Investasi jangka panjang obligasi                       xx


-          Harga perolehan investasi dibawah nilai nominal, maka disagio dan amortisasi dicatat sebagai berikut:

Investasi jangka panjang obligasi                       xx
            Pendapatan bunga obligasi                                xx

Agio atau disagio dialokasikan sebagai pengurang atau penambah pendapatan bunga dan harga perolehan investasi dalam obligasi selama umur pemilikan obligasi.

Amortisasi agio dan disagio biasanya dilakukan secara periodik (1 tahun sekali) dan cara perhitungannya sebagai berikut:



·           Metode garis lurus.

Amortisasi Agio      =
Harga Perolehan – Nilai nominal

Umur pemilikan obligasi


Amortisasi Disagio   =
Nilai nominal – Harga Perolehan

Umur pemilikan obligasi


·           Metode bunga efektif.

Amortisasi Agio           = Bunga nominal – bunga efektif
Amortisasi Disagio       = Bunga efektif – bunga nominal


2)      Pada saat pelunasan

Jurnal untuk mencatat pelunasan oleh investee

Kas                                                                  xx
            Investasi jangka panjang obligasi                       xx


3)      Pada saat penjualan

Jurnal untuk mencatat penjualan obligasi.

Kas                                                                  xx
Rugi penjualan investasi obligasi                       xx
            Investasi jangka panjang obligasi                       xx



Tidak ada komentar:

Posting Komentar