Akuntansi
untuk indonesia sekuritas jangka panjang diatur oleh Prinsip Akuntansi
Indonesia (1984) pasal 3 (Halaman 34). Investasi jangka panjang merupakan
bentuk penyertaan jangka panjang atau yang dimaksudkan untuk menguasai
perusahaan lain. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, penguasaan perusahaan
lain tersebut diwujudkan oleh penguasaan suara dalam investi.
Menurut PAI,
tujuan investasi jangka panjang adalah menguasai Investi. Penguasaan diwujudkan
oleh jumlah suara investi.
Investasi jangka panjang
dimiliki untuk jangka waktu beberapa tahun (lebih dari 1 tahun) dan tidak dimaksudkan
untuk dijual dalam waktu yang dekat.
1.
Investasi Jangka Panjang dalam Saham
1.1 Definisi Saham
Saham adalah
sebuah surat berharga yang menunjukkan bahwa seseorang ikut memiliki sebuah
perseron terbatas.Kepemilikan tersebut menyebabkan timbulnya hak-hak tertentu
kepada pemegang saham.Berbeda dengan saham diluar negeri,Di Indonesia saham
harus dikeluarkan atas harga nominalnya.
Harga nominal
adalah angka dalam saham yang menunjukkan harga saham tersebut.Harga nominal
tersebut belum sama dengan harga pasarnya.Terdapat banyak model yang mencoba
menjelaskan harga pasar saham,tetapi secara umum harga pasar saham ditentukan
oleh prospek arus kas dari saham yang terkait.
Saham dapat berupa
saham biasa dan juga saham preerent.Saham preferen adalah saham yang memberikan
hak lebih,hak lebih tersebut dapat mengenai dividen suara,pembagian aktiva
dalam hal PT.dilikuidasi,dan sebagainya.
Istilah dalam
investasi jangka panjang saham:
- Investor : perusahaan yang menanamkan
dana dalam perusahaan lain.
- Investee : perusahaan yang mengeluarkan
saham.
1.2 Klasifikasi
Saham
Investasi dalam
bentuk saham dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk:
1.
Saham biasa adalah saham yang tidak memiliki prioritas lebih dahulu dalam pembagian
laba.
Tujuannya adalah untuk mengendalikan perusahaan lain, karena
memiliki hak suara.
2.
Saham
preferent
adalah pembagian laba berdasarkan prioritas.
Tujuannya adalah untuk memperoleh deviden yang tetap setiap periodenya.
1.3 Perbedaan
secara Mendasar antara Saham
Biasa dengan Saham
Preferen
|
SAHAM BIASA
|
SAHAM PREFEREN
|
|
1. Pembagian deviden
dibayarkan sesudah pembayaran deviden
saham istimewa.
|
1. Pembagian deviden
dijamin dan dibayarkan sebelum deviden saham biasa.
|
|
2. Deviden kemungkinan
bisa bertambah bila perusahaan untung lebih banyak.
|
2. Deviden tidak
bertambah bila perusahaan untung lebih banyak.
|
|
3. Kemungkinan
kenaikan harga saham lebih cepat.
|
3. Kenaikan harga
saham lebih lambat
|
|
4. Para pemegang saham
memiliki kesempatan lebih kecil untuk memperoleh kembali sebagian investasi
jika perusahaan jatuh peilit.
|
4. Para pemegang saham
memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh kembali sebagian investasi
jika perusahaan jatuh pailit.
|
2.
Investasi Jangka Panjang dalam Obligasi
2.1
Definisi Obligasi
Obligasi (bond) adalah
kontrak jangka panjang dimana peminjam dana setuju untuk membayar bunga dan pokok
pinjaman, pada tanggal tertentu, kepada pemegang obligasi tersebut.
Obligasi (Bonds)
merupakan salah satu jenis surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak
antara pemberi pinjaman (investor) dan yang diberi pinjaman (emiten). Kontrak
yang tertulis dalam obligasi berisi janji tertulis dari emiten / penerbit untuk
membayar sejumlah uang tertentu kepada investor, pada waktu tertentu di masa
yang akan datang (umumnya antara 5 – 10 tahun) dan juga membayar imbalan bunga
dengan jumlah tertentu pada setiap waktu tertentu.
Investor memiliki
banyak pilihan ketika berinvestasi pada obligasi, tetapi obligasi dapat
diklasifikasikan menjadi empat jenis utama yaitu;
1)
Obligasi Pemerintah
Federal (treasury bonds) adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah
federal.
2)
Obligasi Perusahaan
(corporate bonds), adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan.
3)
Obligasi Pemerintah
Daerah (municipal bonds atau “munis”) adalah obligasi yang diterbitkan oleh
pemerintah negara bagian atau Pemerintah lokal.
4)
Obligasi Luar Negeri
(foreign bonds) adalah obligasi yang diterbitkan baik oleh pemerintah luar
negeri maupun perusahaan asing.
2.2 Karakteristik Obligasi
Obligasi
memiliki beberapa karakteristik yang umum, obligasi-obligasi tersebut tidak
selalu memiliki fitur-fitur kontrak yang sama. Berikut adalah istilah obligasi;
·
NILAI PARI
Nilai pari (par value)
adalah nilai nominal yang dinyatakan pada suatu obligasi. Nilai pari pada
umumnya mencerminkan jumlah uang yang dipinjam oleh suatu perusahaan dan yang
dijanjikan akan dibayarkan kembali pada tanggal jatuh tempo.
·
TINGKAT BUNGA KUPON
Pembayaran Kupon (coupon payment) adalah Jumlah
bunga yang ditentukan untuk dibayar setiap periodenya,umumnya setiap enam
bulan. Tingkat Bunga Kupon (coupon interest payment) adalah Tingkat
bunga tahunan yang dinyatakan dalam suatu obligasi. Jika pembayaran kupon
dibagi dengan nilai parinya maka akan diperoleh tingkat bunga kupon.
Pembayaran
obligasi akan bervariasi dari waktu ke waktu. Obligasi dengan Tingkat Bunga Mengambang (floating rate bond) adalah Obligasi yang tingkat suku bunganya
berfluktuasi sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tingkat suku
bunga secara umum.
Beberapa
obligasi tidak membayarkan kupon sama sekali, tetapi obligasi tersebut
ditawarkan dengan diskon yang substansial di bawah nilai pari dan akibatnya
akan memberikan suatu apresiasi modal daripada pendapatan bunga. Sekuritas-sekuritas
seperti ini biasanya disebut sebagai Obligasi
dengan Kupon Nol (zero coupon bond)adalah
Obligasi yang tidak membayarkan bunga tahunan tetapi dijual dengan diakon
dibawah nilai pari, sehingga memberikan kompensasi kepada para investornya
dalam bentuk apresiasi modal.
Secara umum,
setiap obligasi yang pada awalnya ditawarkan dengan harga yang jauh dibawah
nilai parinya disebut sebagai Obligasi
dengan Diskon Penerbitan Awal (Original
issue discount-OID)
·
TANGGAL JATUH TEMPO
Obligasi pada
umumnya memiliki tanggal jatuh tempo
yang telah ditentukan dimana nilai parinya harus dibayar kembali.
Kebanyakan
obligasi memiliki waktu jatuh tempo (original maturity) atau waktu jatuh
tempo pada saat obligasi tersebut diterbitkan yang berkisar diantara 10 hingga
40 tahun namun secara legal waktu jatuh tempo berapa pun tetap dikenakan.
·
PROVISI PENEBUSAN
Banyak
obligasi perusahaan memiliki Provisi
Penebusan (call provision) adalah
provisi dalam kontrak obligasi yang memberi pihak penerbitnya hak untuk menebus
obligasi dengan syarat-syarat tertentu sebelum tanggal jatuh tempo normal.
·
DANA PELUNASAN
Beberapa
obligasi juga memiliki Provisi dana
pelunasan (sinking fund provision)adalah
provisi dalam sebuah kontrak obligasi yang mengharuskan eminten setiap tahun
membayar kembali sebagian dari obligasi yang diterbitkan.
·
FITUR LAIN
Beberapa jenis
obligasi yang lain cukup sering digunakan;
1)
Obligasi yang
dapat di konversi (convertible bond)
adalah obligasi yang dapat ditukarkan menjadi saham biasa, pada tingkat harga
yang tetap, atas opsi dari pemegang obligasi.
2)
Waran (warrant)
adalah opsi yang memungkinkan pemegang membeli saham pada harga yang telah di
tentukan, sehingga akan memberikan keuntungan modal jika harga dari saham
mengalami kenaikan.
3)
Obligasi yang dapat dijual (putable bond)
adalah obligasi dengan provisi yang memungkinkan investor obligasi menjual
obligasi tersebut kembali ke perusahaan sebelum tanggal jatuh tempo dengan
harga yang telah disepakati sebelumnya.
4)
Obligasi pendapatan (income bond) adalah
obligasi yang membayarkan bunga hanya jika bunga tersebut telah diterima.
5)
Obligasi indeks atau daya beli
(indexed/purchasing power bond) adalah obligasi yang pembayaran bunganya
didasarkan pada indeks inflasi sehingga akan melindungi pemegangnya dari
inflasi.
2.3
Keunggulan Obligasi
Obligasi merupakan
salah satu alternative investasi jangka panjang di pasar modal diminati oleh para
investor. Ada 4 (empat) ketentuan dasar yang menjadi daya tarik obligasi,
yaitu:
1)
Obligasi menghasilkan
bunga dalam jumlah tertentu secara reguler.
2)
Obligasi kurang
beresiko, karena ada janji dari emiten untuk membayar kembali pinjaman obligasi
seutuhnya.
3)
Obligasi memiliki
jatuh tempo yang telah ditentukan, ketika obligasi habis masanya maka pinjaman obligasi
harus dibayar penuh sebesar nilai nominalnya.
4)
Tingkat bunga
obligasi bersifat kompetetif, dalam artian tidak kalah jika dibandingkan dengan
tingkat suku bunga perbankan yang berlaku.
2.4
Macam-Macam Obligasi
Pengelompokan obligasi dapat dilakukan dengan
berbagai macam cara, yaitu:
1.
Dilihat dari sisi
penerbit :
·
Corporate
Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Swasta.
·
Government
Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
·
Municipal
Bonds: yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek
yang berkaitan dengan kepentingan public (public utility).
2.
Dilihat dari sistem
pembayaran bunga :
·
Zero Coupon
Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik, namun bunga
dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.
·
Coupon Bonds
:obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan
penerbitnya.
·
Fixed Coupon
Bonds :obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran
di pasar per dana dan akan dibayarkan secara periodik.
·
Floating
Coupon Bonds :obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka
waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentuseperti average
time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari
bank pemerintah dan swasta.
3.
Dilihat dari hak
penukaran / opsi :
·
Convertible
Bonds :obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan
obligasi tersebut kedalam sejumlah saham milik penerbitnya.
·
Exchangeable
Bonds :obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham
perusahaan kedalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
·
Callable Bonds
:obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada
harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
·
PutableBonds
:obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli
kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
4.
Dilihat dari segi
jaminan atau kolateralnya :
o
Secured Bonds
: obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan
lain dari pihak ketiga. Dalam hal ini, termasuk didalamnya adalah :
o
Guaranteed
Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan penangguangan
dari pihak ketiga.
o
Mortgage
Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik
atas property atau asset tetap.
o
Collateral
Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya,
misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.
o
Unsecured
Bonds :obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan
kekayaan penerbitnya secara umum.
5.
Dilihat dari waktu
jatuh temponya :
o
Term Bonds
(obligasi waktu) yaitu bila obligasi yang dikeluarkan jatuh tempo pada waktu bersamaan.
o
Serial Bonds
(obligasi seri) yaitu obligasi yang jatuh temponya terbagi di dalam beberapa tanggal.
3.
PENCATATAN INVESTASI JANGKA PANJANG
3.1 Saham
A. Pada Saat
Pemerolehan
Menurut Prinsip
Akuntansi Indonesia, metode akuntansi untuk investasi saham jangka panjang
adalah metode ekuitas (equity method) :
Rugi/laba investi diakui walau belum diumumkan sebagai deviden.
1)
Pembelian saham
Investasi dalam
bentuk saham dinyatakan sebesar harga perolehannya, yaitu harga beli (kurs)
ditambah dengan biaya-biaya pembelian antara lain berupa provisi, materai dan
komisi.
Jurnal untuk mencatat pembelian saham sebagai
berikut:
·
Pembelian tunai
Investasi jangka panjang- saham xx
Kas xx
Hutang
pada makelar xx
·
Pembelian non tunai
Invesatasi jangka panjang – saham xx
Harga pokok penjualan xx
Persediaan
barang dagangan xx
Penjualan xx
·
Pembelian
lumpsum
Adalah pembelian
dua surat berharga/lebih dengan harga borongan dan tidak ditentukan harga per
jenis surat berharga.
-
Bila diketahui harga pasar masing-masing jenis saham, maka
harga perolehan masing-masing jenis saham adalah nilai relatif total
masing-masing jenis saham terhadap total
harga pasar dua jenis saham.
Investasi jangka panjang saham biasa xx
Invesatsi jangka panjang saham preferen xx
Kas xx
-
Bila tidak diketahui harga perolehan masing-masing jenis
saham.
Investasi jangka panjang saham biasa dan
preferen xx
Kas xx
B.
Setelah Pemerolehan
Prinsip
Akuntansi Indonesia menentukan bahwa investasi saham jangka panjang harus
dicatat menurut metode ekuitas. Menurut metode ini, rekening Investasi Saham
Jangka Panjang didebit atau dikredit dengan bagian laba atau rugi perusahaan
anak (investi) secara proporsional; dividen yang diterima dicatat sebagai
pengurangan terhadap rekening investasi yang bersangkutan.
1) Kejadian
selama masa investasi
a. Pembagian
deviden kas
Deviden kas
adalah deviden yang diterima oleh investor dari investee dalam bentuk uang
tunai.
|
Investor
|
Investee
|
|
|
·
Pada
tanggal pengumuman, dicatat pembagian deviden tunai.
|
Piutang deviden xx
Pendapatan deviden xx
|
Deviden tunai xx
Utang Dividen tunai xx
|
|
·
Pada
tanggal pencatatan
|
- saat tanggal pengumuman deviden
- saat tanggal pembayaran deviden
|
- saat tanggal pengumuman deviden
- saat tanggal pembayaran deviden
|
|
·
Pada
tanggal pembayaran, dicatat penerimaan kas dari deviden tunai
|
Kas xx
Piutang deviden xx
|
Utang dividen tunai xx
Kas
xx
|
b.
Pembagian
deviden saham
Deviden saham
adalah deviden yang diterima oleh investor dari investee berupa saham yang
sejenis dengan saham yang telah beredar.
|
Investor
|
Investee
|
|
|
- Pada tanggal pengumuman, dicatat pembagian
deviden tunai.
|
Deviden
saham xx
Deviden
saham yang akan dibagikan xx
Premium saham biasa xx
|
|
|
- Pada tanggal pencatatan
|
- saat tanggal pengumuman deviden
- saat tanggal pembayaran deviden
|
- saat tanggal pengumuman deviden
- saat tanggal pembayaran deviden
|
|
-
Pada tanggal pembayaran, dicatat penerimaan kas dari
deviden tunai
|
Deviden
saham
akan
dibagikan xx
Modal saham xx
|
c.
Stock splits
up
Stock split up
adalah tindakan yang dilakukan oleh investee untuk memecah nilai nominal per
lembar saham menjadi nilai yang lebih kecil.
Tujuan utama
pemecahan saham inin adalah untuk menurunkan harga pasar per lembar saham dan
mendorong para investor untuk memiliki saham perseroan.
Kejadian ini
tidak mengubah rekening-rekening perseroan oleh sebab itu tidak perlu mencatatnya
dalam buku jurnal.
d.
Emisi saham
baru dengan pemberian Hak beli saham.
Hak beli saham
adalah hak istimewa diberikan kepada investor untuk membeli saham baru dengan
harga dibawah harga pasar.
*
Menghitung harga perolehan hak beli saham digunakan rumus:
Harga perolehan = Harga
pasar HBS x Harga perolehan investasi
*
Jurnal untuk mencatat pembelian saham dengan hak beli saham.
Investasi pada saham xx
Hak
beli saham xx
Kas xx
*
Jurnal untuk mencatat penjualan saham dengan hak beli saham.
Kas xx
Hak
beli saham xx
Laba penjualan HBS xx
Atau
Kas xx
Rugi penjualan HBS xx
Hak
beli saham xx
2) Penjualan
saham
Jurnal untuk
mencatat penjualan saham;
Kas xx
Investasi
jangka panjang saham biasa xx
Laba
penjualan investasi xx
Atau
Kas xx
Rugi Penjualan investasi xx
Investasi
jangka panjang saham biasa xx
3) Penarikan
saham
Selisih antara uang yang
diterima perusahaan investor dari pelunasan kembali saham tersebut (kurs
penarikan) dengan harga perolehan dari saham yang bersangkutan akan diakui
sebagai laba /rugi pelunasan kembali saham.
Jurnal untuk
mencatat penarikan saham:
Kas xx
Investasi jangka
panjang xx
Laba penarikan saham xx
Atau
Kas xx
Rugi penarikan saham xx
Investasi
jangka panjang xx
3.2
Obligasi
A. Pada Saat
Pemerolehan
Pada saat
membeli, investasi dicatat berdasar harga beli ditambah biaya-biaya yang
terjadi dalam transaksi pembelian. Oleh karena bunga berjalan yang dibayar
investor dalam membeli obligasi nantinya akan diterima dari eminten obligasi,
maka bunga berjalan bukan merupakan komponen dari harga pemerolehan.
1) Pembelian
obligasi.
Harga perolehan obligasi
dihitung dari harga beli (kurs) ditambah dengan biaya-biaya pembelian (seperti:
provoso, materai, komisi dll)
|
Jurnal untuk mencatat
pembelian obligasi
|
Jurnal untuk mencatat
penerimaan bunga
|
|
-
Pada tanggal bunga
Investasi jangka panjang obligasi xx
Kas
xx
|
Kas xx
Pendapatan bunga xx
|
|
-
Tidak tepat tanggal bunga
1)
Pendekatan Laba rugi
Investasi jangka panjang obligasi xx
Pendapatan bunga xx
Kas xx
2) Pendekatan Neraca
Investasi jangka panjang obligasi xx
Piutang bunga obligsi xx
Kas xx
|
Kas xx
Pendapatan bunga xx
Kas xx
Piutang bunga obligasi xx
Pendapatan bunga xx
|
B.
Setelah
Pemerolehan
Mengenai
investasi obligasi jangka panjang, Prinsip Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa
perbedaan antara harga pemerolehan dengan nilai nominal obligasi harus
diamortisasi selama jangka waktu sisa umur obligasi. Amortisasi dapat dilakukan
dengan dua metode, yaitu metode garis lurus dan metode bunga efektif.
Bunga efektif
adalah tingkat bunga yang dihitung dengan memperhatikan bunga yang diperoleh
dari obligasi dan harga pemerolehan obligasi. Untuk menetukan harga obligasi;
1.
Investor dan eminten
akan menentukan tingkat bunga yang dapat diterima oleh kedua belah fihak.
2.
Tingkat bunga
tersebut kemudian dipakai untuk menghitung harga tunai aliran bunga yang
diterima dari obligasi dan harga tunai pembayaran kembali nominal obligasi.
Kalau harga
pemerolehan lebih kecil daripada harga nominal, selisihnya disebut disagio
obligasi. Sebaliknya, kalau harga pemerolehan lebih besar daripada harga
nominal, selisihnya disebut agio obligasi.
Amortisasi agio
dan disagio obligasi adalah selisih antara bunga nominal dan bunga efektif.
Bunga efektif diperoleh dengan jalan mengalikan tingkat bunga efektif dengan
nilai buku investasi. Nilai buku itu sendiri diperoleh dengan jalan
mengurangkan amortisasi agio atau menambahkan amortisasi disagio kepada
investasi atau nilai bukunya.
Amortisasi agio
dan disagio obligasi merupakan koreksi terhadap penghasilan bunga dan nilai
buku investasi jangka panjang-obligasi. Amortisasi agio obligasi merupakan
pengurangan penghasilan bunga dan pengurang nilai buku investasi jangka
panjang-obligasi, sedangkan amortisasi disagio merupakan penambahan penghasilan
bunga dan penambahan nilai buku investasi jangka panjang-obligasi.
1) Penerimaan
bunga
a.
Membuat
jurnal penyesuaian untuk bunga yang belum diterima, jika tanggal bunga tidak
tepat pada tanggal akhir periode akuntansi.
Piutang bunga obligasi xx
Pendapatan
bunga obligasi xx
b.
Membuat
jurnal penyesuaian untuk mencatat amortisasi agio atau disagio.
-
Harga perolehan investasi diatas nilai nominal, maka agio
dan amortisasi dicatat sebagai berikut:
Pendapatan bunga obligasi xx
Investasi
jangka panjang obligasi xx
-
Harga perolehan investasi dibawah nilai nominal, maka
disagio dan amortisasi dicatat sebagai berikut:
Investasi jangka panjang obligasi xx
Pendapatan
bunga obligasi xx
Agio atau
disagio dialokasikan sebagai pengurang atau penambah pendapatan bunga dan harga
perolehan investasi dalam obligasi selama umur pemilikan obligasi.
Amortisasi agio
dan disagio biasanya dilakukan secara periodik (1 tahun sekali) dan cara
perhitungannya sebagai berikut:
·
Metode garis lurus.
|
Amortisasi Agio =
|
Harga
Perolehan – Nilai nominal
|
|
Umur
pemilikan obligasi
|
|
|
Amortisasi Disagio =
|
Nilai
nominal – Harga Perolehan
|
|
Umur
pemilikan obligasi
|
·
Metode bunga efektif.
Amortisasi Agio = Bunga nominal – bunga efektif
Amortisasi Disagio = Bunga efektif – bunga nominal
2) Pada saat
pelunasan
Jurnal untuk
mencatat pelunasan oleh investee
Kas xx
Investasi
jangka panjang obligasi xx
3) Pada saat
penjualan
Jurnal untuk
mencatat penjualan obligasi.
Kas xx
Rugi penjualan investasi obligasi xx
Investasi
jangka panjang obligasi xx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar