Laman

Rabu, 07 Desember 2016

Makalah Manajemen Keuangan - Laporan Keuangan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
Dalam dunia, akuntansi sangat diperlukan didalam berbagai hal seperti dalam ruang lingkup pemerintahan,dalam menghitung keuangan perusahaan dan lain-lain.Dalam perusahaan akuntansi berisikan laporan keuangan yang sangat berperan penting dalam perusahaan,mengapa? Hal ini disebabkan karena dengan adanya laporan keuangan  investor dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan satu dengan yang lainnya.
Perusahaan juga dapat mengetahui bagaimana pelaporan tentang keuangan dalam perusahaan yang mereka telah bangun dengan kerja keras mereka.Dalam laporan keuangan terdapat banyak unsur seperti,Laporan laba rugi,laporan arus kas,laporan perubahan ekuitas dan lain-lain.Lebih lanjutnya dapat dibaca dalam keterangan dalam makalah ini.     

1.2      Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah dari makalah ini adalah:
      1. Apa pengertian dari laporan keuangan?
      2. Apa unsur-unsur laporan keuangan?
      3. Apa saja poin-poin yang penting dari masing-masing unsur laporan keuangan?
      4. Apa hubungan masing-masing unsur laporan keuangan?

1.3      Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui pengertian dari laporan keuangan
2.      Mengetahui unsur-unsur laporan keuangan
3.      Mengetahui poin penting dari masing-masing unsur laporan keuangan
4.      Mampu menjelaskan hubungan masing-masing unsur laporan keuangan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1      Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu entitas pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Laporan keuangan suatu entitas bertujuan untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.[1]
Laporan keuangan juga merupakan media yang paling penting bagi suatu entitas untuk mengkomunikasikan informasi keuangan oleh manajemen kepada para pemangku kepentingan. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan sarana informasi (screen) dalam proses pengambilan keputusan.  
2.2      Unsur-Unsur Laporan Keuangan
Laporan keuangan pada umumnya disusun dan dilaporkan berupa unsur-unsur sebagai berikut :        
1.      Laporan Posisi Keuangan atau Neraca; berisikan informasi tentang posisi keuangan, yaitu keadaan asset, liabilitas, dan ekuitas dari suatu entitas pada suatu periode tertentu.
2.      Laporan Laba-Rugi; melaporkan kinerja atau hasil usaha suatu entitas selama suatu periode tertentu.
3.      Laporan Perubahan Ekuitas; melaporkan perubahan ekuitas suatu entitas yang terjadi selama periode tertentu.
4.      Laporan Arus Kas; menjelaskan perubahan saldo kas dan setara kas pada awal dan akhir periode, rincian arus kas masuk dan keluar suatu entitas pada suatu periode tertentu.
5.      Catatan Atas Laporan Keuangan; berfungsi untuk memberikan penjelasan tambahan atas rincian unsur-unsur laporan posisi keuangan (neraca), laporan laba-rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, atau penjelasan yang bersifat kualitatif, agar laporan keuangan lebih transparan, dan tidak menyesatkan.
2.2.1        Laporan Posisi Keuangan ( Neraca )
Laporan posisi keuangan (Statement of Financial Position) Unsur yang berkaitan langsung untuk menggambarkan posisi keuangan adalah ketiga unsur neraca yaitu : asset (assets), kewajiban (liabilities), dan ekuitas (equity).
a)      Asset adalah sumber daya yang dimiliki oleh suatu entitas yang berperan dalam operasi perusahaan. Terdapat tiga kategori asset yang utama: asset lancar, asset tetap dan asset tidak berwujud.
·         Asset lancar pada umumnya meliputi kas, investasi jangka pendek, piutang (juga disebut debitur), persediaan barang dagang, dan beban dibayar dimuka.
·         Asset tetap  pada umumnya meliputi tanah, gedung, property, dan peralatan.
·         Asset tidak berwujud pada umumnya meliputi merk dagang, hak paten, dan lisensi.
b)     Kewajiban adalah utang yang harus dibayar oleh suatu entitas. Terdapat dua kategori kewajiban : kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.
·         Kewajiban lancar pada umumnya meliputi utang usaha, utang gaji, utang bunga, pendapatan diterima di muka.
·         Kewajiban jangka panjang pada umumnya meliputi wesel bayar jangka panjang, hipotek, obligasi.
c)      Ekuitas adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu entitas setelah dikurangi kewajibannya. Dalam perusahaan ekuitas (equity) adalah modal pemilik.

Contoh gambar :

2.2.2        Laporan Laba-Rugi
Laporan laba-rugi (Statement of Income) menggambarkan sumber-sumber penghasilan (income)  yang diperoleh suatu entitas dalam menjalankan usahanya, dan jenis-jenis beban (expense) yang harus ditanggung perusahaan. Laporan laba-rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban pada akhir periode akuntansi. Kedua unsur tersebut yang menentukan perhitungan laba-rugi suatu entitas pada periode tertentu.
a)      Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan asset. Penghasilan meliputi baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain). Keuntungan lazimnya dilaporkan secara terpisah di laporan laba-rugi, dan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan beban yang bersangkutan.

b)     Expense adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau pengurangan asset. Beban meliputi yang timbul dari pelaksanaan kegiatan usaha. Kerugian lazimnya dilaporkan dalam jumlah bersih setelah dikurangkan dengan pendapatan yang bersangkutan.

Contoh gambar :

2.2.3        Laporan Perubahan Ekuitas
Perubahan ekuitas menunjukkan perubahan yang terjadi yaitu peningkatan atau penurunan pada asset bersih pemilik (owners) suatu entitas tertentu selama suatu periode tertentu. Laporan yang menunjukkan adanya perubahan modal yaitu dari modal awal menjadi modal akhir. Tujuan dan manfaat penyusunan laporan perubahan ekuitas adalah untuk memahami sebab pertambahan atau pengurangan komponen ekuitas selama suatu periode tertentu, dan dilaporkan secara jelas perubahan yang disebabkan sehubungan dengan :

a.       Besarnya modal awal periode,
b.      Adanya laba atau rugi usaha,
c.       Adanya pengambilan pribadi pemilik atau prive,
d.      Adanya investasi tambahan dari pemilik,
e.       Besarnya modal akhir periode.

















Dalam Laporan perubahan modal terdapat beberapa unsur yaitu sebagai berikut:

Contoh gambar :
 


2.2.4        Laporan Arus Kas
Menurut PSAK2 Laporan arus kas (revisi 2009) definisi laporan arus kas (Statement of Cash Flow) adalah laporan arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas. Laporan arus kas disusun untuk menjelaskan jumlah penerimaan (receipts) dan pengeluaran (payments) kas selama suatu periode pelaporan, sumber penerimaan dan sasaran pengeluaran tersebut, serta bertambah atau berkurangnya saldo akhir kas dibandingkan saldo awal periode usaha.
Laporan arus kas menyajikan informasi tentang kas dalam dua bagian utama, yaitu:
a.       Sumber dan penggunaan arus kas; dan
b.      Saldo awal dan saldo akhir kas.

Sumber dan penggunaan arus kas dibedakan atas tiga golongan, yaitu yang bersumber dari :
1.      Aktivitas Operasi
2.      Aktivitas Investasi; dan
3.      Aktivitas Pendanaan

Aktivitas Operasional, yang meliputi laba bersih, depresiasi, dan perubahan dalam aktiva lancar dan kewajiban lancar diluar kas dan utang jangka pendek.

Aktivitas Investasi, yang meliputi investasi atau penjualan aktiva tetap.

Aktivitas Pendanaan, yang meliputi kas yang dihimpun selama tahun berjalan dengan menerbitkan utang jangka pendek, utang jangka panjang, atau saham.

Contoh gambar :

2.2.5        Catatan Atas Laporan Keuangan
Agar informasi dalam suatu laporan keuangan mudah dipahami dan digunakan oleh pengguna dalam melakukan evaluasi dan menilai pertanggung jawaban laporan keuangan tersebut maka sangatlah dibutuhkanlah Catatan atas Laporan keuangan tersebut.Pada dasarnya catatan atas laporan keuangan seharusnya memuat informasi sebagai berikut:
1.      Dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakan.
2.      Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan namun dsyaratkan oleh SAK.
3.      Memberikan informasi tambahan yang tidak disajikan dibagian manapun dalam laporan keuangan namun relevan untuk memahami setiap pos-pos laporan keuangan.

Item dalam catatan atas laporan keuangan disajikan secara berurutan mulai dari pos-pos yang terdapat dalam:

1.      Laporan posisi keuangan
2.      Laporan Laba/Rugi
3.      Laporan perubahan ekuitas
4.      Laporan Arus Kas
Sistematika penyajian dari catatan atas laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.      Pernyataan atas kepatuhan SAK
Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan tentang kepatuhannya terhadap SAK dalam catatan atas laporan keuangan.
2.      Ringkasan kebijakan akuntansi
Yang dimuat antara lain:
·         Dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan.
·         Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam memahami laporan keuangan
3.      Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam setiap komponen catatan atas laporan keuangan.
2.3      Hubungan diantara Laporan Keuangan
Studi Kasus  :
Laporan keuangan ABC Company untuk tahun 2010. Laporan tersebut diringkas dengan semua jumlah diasumsikan untuk ilustrasi. Hubungan yang mengaitkan laporan keuangan seperti itu berlaku bagi semua organisasi

1.      Laporan Laba-Rugi untuk tahun yang berakhir 30 April 2012
a.       Melaporkan pendapatan dan beban tahun berjalan. Pendapatan dan beban hanya dilaporkan pada laporan laba rugi.
b.      Melaporkan laba bersih jika total pendapatan melampaui total beban. Jika beban melampaui pendapatan, terjadi rugi bersih.

2.      Laporan Perubahan Ekuitas untuk tahun yang berakhir 30 April 2012
a.       Dibuka dengan saldo ekuitas awal
b.      Ditambah laba bersih (atau dikurangi rugi bersih). Laba bersih diambil secara langsung dari Laporan Laba-Rugi.
c.       Dikurangi Dividen
d.      Melaporkan saldo ekuitas pada akhir tahun

3.      Neraca per 30 April 2012, akhir tahun akuntansi
a.       Melaporkan asset, kewajiban, dan ekuitas pada akhir tahun. Hanya neraca yang melaporkan asset dan kewajiban.
b.      Melaporkan bahwa asset sama dengan jumlah kewajiban ditambah ekuitas. Fitur keseimbangan ini mengikuti persamaan akuntansi dan menyiratkan namanya sebagai neraca.
c.       Melaporkan total ekuitas, yang berasal dari Laporan Perubahan Ekuitas

4.      Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir 30 April 2012
a.       Melaporkan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Masing-masing kategori menghasilkan arus kas bersih yang disediakan (suatu peningkatan) atau digunakan (suatu penurunan).
b.      Melaporkan apakah kas meningkat (atau menurun) selama tahun berjalan. Laporan ini menunjukkan saldo kas akhir, seperti yang dilaporkan di neraca.
   



























 
BAB III
PENUTUP

3.1      Kesimpulan
Laporan keuangan adalah suatu hasil akhir dari proses awal dari sebuah transaksi keuangan.Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi selain itu laporan keuangan juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada investor tentang bagaimana keadaan laporan keuangan suatu perusahaan yang akan mereka tanami modal.
 Dalam laporan keuangan terdapat unsur-unsur laporan keuangan yaitu:
1.      Laporan Posisi Keuangan atau Neraca,
2.      Laporan Laba-Rugi,
3.      Laporan Perubahan Ekuitas
4.      Laporan Arus Kas
5.      Catatan atas laporan keuangan.
3.2      Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaanya dan adapun kelemahan-kelemahan dari penulis dalam penulisan makalah ini, baik itu kurangnya fasilitas yang mendukung seperti buku-buku referensi yang begitu terbatas dalam menjamin penyelesaian penulisan makalah ini sehingga kritik dan saran yang bersifat  konstruktif baik itu dari ibu dosen maupun dari rekan-rekan mahasiswa/i sangatlah diharapkan untuk membantu prosses penulisan lebih lanjut.


DAFTAR PUSTAKA

Brigham & Houston. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 10, buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Horrison, Walter T,. Horngren, Charles T.,  dkk. 2012. Akuntansi Keuangan. Edisi 8, jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Kartikahadi, Hans.,Sinaga, Rosita Uli.,dkk. 2012. Akuntansi Keuangan berdasarkan SAK berbasis IFRS. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Surya,Raja Adi A.,2012.  Akuntansi Keuangan versi IFRS+. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.













                                                                                                                                                                      


[1] Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, IAI, 2007 hlm. 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar