1. Konsep Aktiva Tak Berwujud
Aktiva tak berwujud (Intangible
assets) adalah aset nonmoneter yang tidak memiliki wujud fisik, tetapi
dapat diidentifikasi dan dikendalikan oleh suatu entitas. Menurut IAS 38 dan
PSAK 19 (revisi 2009), suatu asset dikatakan dapat di identifikasi jika:
a.
Dapat
dipisahkan, yaitu dapat dipisahkan atau dibebankan dari entitas dan dijual,
dipindahkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan, baik secara tersendiri
atau bersama-sama dengan kontrak terkait, aktiva atau liabilitas
teridentifikasi, terlepas dari apakah entitas bermaksud untuk melakukan hal
tersebut; atau
b.
Timbul dari
kontrak atau hak legal lainnya, terlepas dari apakah hak tersebut dapat
dialihkan atau dipisahkan dari entitas atau dari hak-hak dan
kewajiban-kewajiban lainnya.
Entitas dikatakan mengendalikan asset jika entitas memiliki kemampuan
untuk memperoleh manfaat ekonomis masa depan yang timbul dari aset tersebut dan
dapat membatasi akses pihak lain dalam memperoleh manfaat ekonomis tersebut.
Didalam
akuntansi, diakuinya sebuah aktiva tak berwujud apabila:
·
Perusahaan
berpotensi akan mendapatkan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang dari aset
tersebut
·
Biaya biaya
dalam perolehannya bisa diukur dengan handal
Aktiva tak berwujud diakui sebesar harga perolehan. kemudian pada
periode selanjutnya dilaporkan sebesar nilai tercatatnya. dalam menentukan
besaran harga perolehan tergantung oleh bagaimana cara perolehan aktiva tak
berwujudnya. apabila diperoleh dengan membeli atau transaksi yang menggunakan
kas atau setara kas lainnya maka harga perolehan aktiva tak berwujudnya sebesar
uang yang dikeluarkan/akan dibayarkan. jika diperoleh dengan pertukaran dengan
aktiva yang lain, maka harga perolehan aktiva tak berwujudnya sebesar harga
kekinian dari aktiva yang ditukar.
2.
Karakteristik Aktiva Tetap
Tak Berwujud
1.
Didapat /
dibeli dari pihak lain atau dikembangkan oleh perusahaan sendiri
2.
Memberikan
hak-hak istimewa kepada perusahaan
3.
Memberikan
manfaat dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan
4.
Mempunyai
masa kegunaan relatif permanen atau lebih dari satu periode akuntansi
3.
Aktiva Tetap Tak Berwujud
dapat Dikelompokkan Berdasar :
3.1 Dapat atau Tidaknya aktiva tersebut
diidentifikasikan secara spesifik dengan hak/jenis aktivitas tertentu.
v
Dapat
diidentifikasi à Hak Paten, Hak Cipta
v
Tidak dapat
diidentifikasi à Goodwill
3.2 Cara bagaimana Aktiva tersebut didapat
v
Dari
pembelian à Hak Paten, Hak Cipta
v
Dari riset
dan pengembangan à resep / formula rahasia (secret
process)
3.3 Masa Kegunaan
v
Terbatas à Hak Paten
v
Tidak
Terbatas à Goodwill
3.4 Dapat atau tidaknya Aktiva tersebut dipisahkan
dari eksistensi perusahaan
v
Dapat
dipisahkan dan dijual sendiri à Hak Cipta (Copyright)
v
Tidak dapat
dipisahkan à goodwill
4.
Akuntansi Terhadap Aktiva
Tetap Tak Berwujud
4.1
Pada Saat
Didapat
Masalah Akuntansi dalam hal ini menyangkut penentuan Harga
Perolehan Aktiva yang bersangkutan.
·
Apabila Aktiva dibeli secara
tunai, maka Harga Perolehan Aktiva diukur dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak / aktiva tersebut.
·
Apabila aktiva diperoleh
melalui transaksi selain pembelian tunai, maka Harga Perolehan diukur dengan
Harga Pasar dari barang / jasa yang dikorbankan untuk mendapatkan aktiva
tersebut, atau Harga Pasar dari Aktiva yang bersangkutan.
·
Apabila Aktiva diperoleh
dengan riset dan pengembangan yang dilakukan oleh sperusahaan sendiri,
maka pada umumnya tidak dicatat tersendiri.
4.2
Dalam Masa
Penggunaan
Masalah Akuntansi dalam hal ini menyangkut usaha untuk mempertahankan
atau menjaga pemilikan atas aktiva dan program alokasi Harga Perolehan aktiva
tersebut sesuai dengan masa kegunaannya (amortisasi).
Amortisasi ini
dilakukan hanya untuk Aktiva Tetap Tak Berwujud yang Terbatas Masa Kegunaannya.
Cara dan metode amortisasi
sama dengan amortisasi terhadap aktiva tetap.
4.3
Pemberhentian
Aktiva Tetap Tak Berwujud
Pemberhentian
Aktiva tetap tak berwujud terjadi apabila :
1.
Aktiva yang
bersangkutan dijual
2.
Aktiva yang
bersangkutan ditukar dengan aktiva lain
3.
Karena sebab
lain sehingga aktiva tersebut harus dihapuskan
Perlakuan akuntansi pemberhentian aktiva tetap tak berwujud
sama dengan perlakuan akuntansi pemberhentian aktiva tetap berwujud.
5.
AKTIVA TETAP TAK BERWUJUD YANG DAPAT DIIDENTIFIKASIKAN SECARA SPESIFIK
1. HAK PATEN
o
Adalah hak
yang diberikan oleh pemerintah (instansi yang berwenang) kepada pemegangnya
untuk menggunakan atau mengawasi dan mengkomersilkan hasil temuannya.
o
Hak Paten
diberikan untuk jangka waktu 17 tahun.
o
Apabila Hak
Paten diperoleh dengan cara membeli, maka Hak Paten dicatat sebesar Harga
Perolehannya, yaitu sebesar jumlah uang yang dibayarkan kepada pihak penjual
atau seharga aktiva yang diserahkan dalam transaksi pertukaran.
o
Apabila Hak
Paten diperoleh melalui riset dan penelitian yang dilakukan oleh perusahaan
sendiri, maka Harga Perolehan Hak Paten terdiri dari semua biaya yang
dikeluarkan untuk penelitian tersebut, biaya pendaftaran dan honor pengacara.
o
Hak Paten
harus diamortisasi selama masa kegunaannya, dengan batas waktu maksimum 17
tahun.
o
Apabila
karena sesuatu hal Paten tersebut sudah tidak lagi memberikan manfaat atau
sudah kehilangan nilai komersialnya (tidak laku lagi), maka nilai buku hak
paten harus dihapuskan
2. HAK CIPTA (COPYRIGHT)
o
Adalah hak
yang diberikan oleh pemerintah (instansi yang berwenang) kepada pengarang,
pencipta lagu, musik, barang – barang seni dan lainnya untuk mempublikasikan ,
menerbitkan, mengawasi, dan mengkomersialkan hasil ciptaannya.
o
Hal cipta
diberikan untuk jangka waktu 28 tahun, dengan ditambah kemungkinan perpanjangan
Hak Cipta selama 28 tahun kedua.
o
Komponen
Harga Perolehan Hak Cipta dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti halnya
Hal Paten
o
Harga
Perolehan Hak Cipta harus diamortisasi selama hak cipta tersebut memberikan
manfaat, dan harus dihapuskan pada saat Hak Cipta sudah tidak lagi bermanfaat.
o
Amortisasi
Hak Cipta dilakukan dengan mendebet rekening biaya dan mengkredit rekening Hak
Cipta.
3. FRANCHISES
o
Adalah hak
monopoli yang diberilan oleh instansi pemerintah untuk menggunakan fasilitas
umum yang manfaatnya akan dinikmati oleh masyarakat.
o
Franchises
bisa diberikan untuk waktu yang terbatas atau untuk waktu yang tidak terbatas.
o
Franchises
yang diberikan untuk waktu yang terbatas harus diamortisasi selama jangka waktu
tersebut.
4. CAP DAN MERK DAGANG
o
Adalah suatu
tanda yang dipakai untuk mengidentifikasikan suatu produk atau jasa yang
dihasilkan oleh perusahaan tertentu
o
Apabila Cap
& Merk Dagang diperoleh dengan cara membeli, maka Harga Perolehannya diukur
dengan jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan biaya registrasi dan biaya
lain dalam usaha untuk mendapatkan cap dan merk dagang tersebut.
o
Apabila Cap
dan Merk Dagang dibuat sendiri oleh perusahaan, maka Harga Perolehan adalah
semua biaya yang dikeluarkan sampai dengan Cap & Merk Dagang tersebut bisa
digunakan.
6.
AKTIVA TETAP TAK BERWUJUD YANG TIDAK DAPAT DIIDENTIFIKASIKAN SECARA SPESIFIK
Goodwill merupakan contoh dari aktiva tetap tak berwujud
yang tidak dapat diidentifikasi secara spesifik. Dari segi akuntansi, goodwill
adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba di atas laba normal
dari lain-lain perusahaan yang sejenis (dalam industri yang sama).
Goodwill berhubungan dengan atau timbul dari berbagai
macam faktor yang sulit diukur secara kuantitatif, seperti :
-
Hubungan yang
baik / memuaskan antara perusahaan dengan konsumen
-
Lokasi
perusahaan yang strategis
-
Efisiensi
dalam aktifitas produksi
-
Hubungan baik
antar karyawan dalam perusahaan
-
Kedudukan
dalam persaingan yang menguntungkan
-
Dll
Penentuan
Harga Perolehan Goodwill
Goodwill yang
boleh dicatat hanyalah apabila perusahaan membeli kekayaan bersih dari perusahaan lain yang sudah berjalan, dengan
pembayaran di atas harga pasar dari seluruh aktiva yang secara spesifik dapat
diidentifikasikan dikurangi dengan seluruh hutang-hutangnya.
Sehingga dengan
demikian, maka Harga Perolehan Goodwill adalah sebesar selisih lebih dari harga
yang dibayar untuk perusahaan secara keseluruhan di atas harga pasar kekayaan
bersih yang dapat diidentifikasikan, di dalam transaksi pembelian atau
penggabungan badan usaha.
Amortisasi Goodwill
Harga Perolehan
Goodwill yang umurnya terbatas harus diamortisasi dan dibebankan pada rugi –
laba selama jangka waktu kegunaannya. Tetapi bila ternyata kemudian jangka
waktu kegunaan yang diperkirakan kemudian berbeda dari jangka waktu yang
sesungguhnya, maka diperkenankan untuk mengadakan koreksi terhadap program
amortisasinya.
Amortisasi goodwill
biasanya menggunakan metode garis lurus.
Akan tetapi metode lain, seperti present
value method, yang akan berakibat besarnya amortisasi semakin bertambah
setiap tahun, juga dapat diterapkan.
Contoh :
Amortisasi goodwill dengan metode garis lurus
Rp 1.895.500,-
Amortisasi
per tahun = --------------------
5 tahun
= Rp 379.100,-
Amortisasi goodwill dengan metode present value
Amortisasi per tahun = Rp
500.000 – ( N B Goodwill awal tahun x 0,1)
Goodwill yang usianya tidak terbatas harus tetap dinyatakan sebesar
harga perolehannya sampai ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya kerugian atau
keterbatasan umurnya. Harga perolehan goodwill harus dihapuskan sekaligus
(write-off), bila terbukti tidak ada manfaatnya lagi, dan membebankannya pada
rugi-laba.
7.
BIAYA YANG DITANGGUHKAN
PEMBEBANANNYA
Manfaat jangka pendek
Contoh : Persekot asuransi,
sewa dibayar di muka, dll
Manfaat jangka panjang
à Aktiva Lain-lain (Biaya
yang Ditangguhkan Pembebanannya)
Contoh : Biaya Pendirian,
Biaya Riset dan Pengembangan
Biaya yang dibayar di muka dan biaya yang
ditangguhkan pembebanannya tersebut harus dialokasikan ke dalam periode-periode
yang menikmati biaya tersebut. Ketentuan umum terhadap biaya-biaya tersebut
adalah sbb :
1. Dialokasikan
berdasar waktu, yaitu berdasar periode di mana pengeluaran itu memberikan
manfaatnya
2. Dialokasikan
berdasar pada kuantitas /unit produk yang dihasilkan
3. Dialokasikan
berdasar omzet penjualan
4. Dihapuskan
secepatnya, bila ternyata tidak dapat dihubungkan dengan periode-periode
tertentu atau dengan aktivitas produksi/penjualan.
Biaya Pendirian
Contoh
: - Biaya Notaris
-
Biaya Pendaftaran, Biaya Cetak, Penerbitan dan Promosi penjualan saham
Biaya-biaya
tersebut harus diperlakukan sebagai biaya yang ditangguhkan pembebanannya pada
saat pengeluaran itu terjadi, dan dialokasikan sepanjang kelangsungan hidup
perusahaan.
Akan
tetapi karena batas waktu kelangsungan hidup perusahaan tidak mudah untuk
ditentukan, maka pada umumnya biaya pendirian ini diamortisasi dalam waktu yang
relatif singkat.
Biaya Riset dan Pengembangan
Biaya Riset dan pengembangan seringkali
dirasakan perusahaan pada waktu yang akan datang, yang kemungkinan memerlukan
tenggang waktu yang cukup lama dari saat terjadinya pengeluaran biaya.
Keadaan yang ideal terhadap pengeluaran
biaya riset dan pengembangan adalah :
·
Biaya Riset
dan Pengembangan yang memberikan manfaat di masa yang akan datang diperlakukan
sebagai Beban/Biaya yang Ditangguhkan, dan diamortisasi pada periode-periode
yang menikmatinya.
·
Sedangkan
Biaya riset dan pengembangan yang tidak memberikan manfaat di masa yang akan
datang diperlakukan sebagai Biaya pada periode terjadinya.
Berhubung adanya keadaan di atas, maka ada dua alternatif perlakuan
akuntansi terhadap Biaya Riset dan Pengembangan, yaitu :
1.
Memperlakukan
Biaya tersebut sebagai Biaya/beban yang Ditangguhkan, sampai hasilnya diketahui
secara pasti. Biaya yang ternyata memberikan manfaat di masa yang akan datang,
harus diamortisasikan kepada periode-periode yang menikmatinya. Sedang biaya
yang ternyata tidak memberikan manfaat harus dihapuskan dan dibebankan sebagai
biaya sekaligus.
2.
Memperlakukan
biaya tersebut sebagai biaya dalam periode terjadinya.
3.
Apabila
perlakuan ini dipilih, biasanya didasarkan atas alasan bahwa kegiatan riset dan
pengembangan merupakan kegiatan yang harus dan secara rutin dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar