COMPANY PROFILE
"SAUNG GEDANG"
"SAUNG GEDANG"
I.
Sejarah Singkat “Saung Gedang”
Saung Gedang adalah konsep saung (kedai: bahasa
Sunda) yang menyediakan aneka pisang goreng sebagai produk utama dan
digabungkan dengan makanan ringan harga ekonomis, yaitu kripik kulit pisang
(bahan baku dari kulit pisang), minuman seperti teh, kopi dan jus, serta
fasilitas free hot spot yang akan membuat pengunjung betah berlama-lama di
kedai ini. Saung Gedang menawarkan pengalaman makan makanan ringan dilengkapi
suasana santai dengan bentuk saung (kedai).
Peluang membuka kedai makanan ringan di sekitar
kampus masih sangat terbuka, karena tempat sekitar kampus merupakan populasi
tempat tinggal mahasiswa yang notabene menyukai aktivitas tongkrongan dan
berkumpul bersama kawan-kawan mereka sambil menyantap makanan ringan disertai
minuman. Kedai ini dilengkapi fasilitas free hot spot dan harga makanan dan
minuman yang sangat terjangkau bagi kalangan mahasiswa.
II.
Tujuan dan
Strategi “Saung Gedang”
Tujuan utama dari bisnis ini tentunya pada profit
oriented. Selain itu ikut berperan aktif dalam bidang bisnis dan
kewirausahaan. Saung Gedang mencoba menyeimbangkan
orientasi hasil dan orientasi proses serta membangun budaya bisnis kuliner yang
mantap dan dapat dianut oleh seluruh stakeholders khususnya di bidang kuliner. Saung
Gedang menyajikan kreasi baru berbagai menu olahan pisang dengan tata cara
penyajian yang menarik untuk menarik minat bagi orang yang kurang menyukai buah
khususnya pisang.
Strategi adalah rencana-rencana untuk mencapi
tujuan bisnis. Strategi yang kami jalankan untuk pengembangan bisnis Saung
Gedang ini berfokus pada beberapa hal yaitu pemasaran, inovasi produk, dan
pangsa pasar.
Dalam perumusan strategi da beberapa aspek yang
diterapkan oleh manajemen Saung Gedang.
1. Analisis
Lingkungan
a. Pesaing
Persaingan berkaitan dengan produk sudah ada di
sekitar kampus yang menawarkan produk makanan ringan ini, namun persaingan
dalam hal layanan dan fasilitas belum ada. Hanya saja belum ada yang memberikan
ruang bebas untuk berkumpul, Selain itu, makanan cemilan seperti olahan pisang
masih bisa dibeli oleh mahasiswa dari swalayan kampus yang sama-sama menawarkan
harga mahasiswa.
b. Konsumen
Konsumen
kami adalah para mahasiswa, pelajar yang ada di lokasi setempat, dan penduduk setempat
baik anak-anak, remaja ataupun dewasa. Karena produk yang ditawarkan memang
cocok untuk berbagai kalangan, namun lebih di setting khusus untuk diminati
oleh mahasiswa. Lokasinya pun memang bertempat disekitar kampus yang notabene
populasi tempat tinggal (kost dan kontrakan) mahasiswa.
Bisnis
ini berharap tingkat pembelian ulang oleh konsumen cukup tinggi. Dan konsumen
yang berdatangan akan terus-menerus datang ke kedai ini dan akhirnya menjadi
pelanggan tetap.
c. Pemasok
Dalam
hal pemasok kami bekerjasama dengan petani pisang, karena kami menginginkan
kualitas buah yang terbaik, yang masak langsung dari pohonnya. Selain itu juga untuk
mendapatkan harga yang lebih terjangkau dan ikut membudayakan petani lokal.
d. Sosial
Saung
Gedang akan ikut berperan dalam berbagai kegiatan positif sebagai sponsor, kami
tidak menutup kemungkinan untuk berperan sebagai sponsor dalam mendukung setiap
kegiatan-kegiatan yang berbentuk edukasi. Dan ikut meramaikan kegiatan-kegiatan
amal seperti membagikan produk kami sebagai takjil di waktu ramadhan.
2. Analisis Internal
a. Pengetahun Teknologi
Dalam pengembangan usaha Saung Gedang kami
menerapkan kemajuan teknologi
seperti
penjualan dengan online, aplikasi untuk delivery menu Saung Gedang, Laporan
Keuangan yang dikerjakan secara komputeris.
b. Pengetahuan Manufaktur
Saung
Gedang adalah bentuk kewirausahaan yang memproduksi sendiri produk makanan dan
minuman yang akan dijual. Dengan beberapa proses yaitu;
Aktivitas yang dilakukan Aktivitas yang
dilakukan meliputi proses mencari pisang serta bahan makanan dan minuman
lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Pisang didapat dari pasar atau petani yang menanam
tanamannya secara alami. Proses memasak makanan dimasak terlebih dahulu.
Terakhir, proses penyajian adalah menyajikan hasil masakan berupa makanan atau
minuman dengan hiasan kepada pelanggan.
c. Pengetahuan Pemasaran
Ada
beberapa tahap yang kami fokuskan dalam pemasaran, diantaranya;
Produk Saung Gedang
yang diproduksi merupakan produk berbahan baku pisang yang digoreng dan
disajikan secara crispy dan hangat, produk yang dihasilkan tanpa menggunakan
bahan pengawet, sehingga kandungan gizi dalam pisang tersebut tetap terjaga.
Kemasan yang digunakan berbahan kertas berukuran 100 gram per kemasan yang
bermerk “Saung Gedang”.
Harga
Harga satuan dari
Saung Gedang bervariasi antara Rp. 5000 s/d Rp. 8000 sesuai dengan rasa yang di
inginkan oleh konsumen. Harga kripik kulit pisang sebesar Rp. 5000 per bungkus,
dan minuman di bandrol dengan harga Rp. 2000 s/d Rp. 3000 untuk kopi dan teh,
sedangkan jus buah Rp. 5000 untuk semua varian rasa.
Promosi
Promosi dilakukan
dari mulut ke mulut, pemanfaatan sosial media, pembuatan website, penyebaran
brosur produk dan memasang spanduk di depan tempat usaha.
Lokasi yang akan
kami pilih adalah di sekitar wilayah kampus dan menjadikan mahasiswa sebagai
sasaran utama dikarenakan adanya sifat konsumtif mahasiswa terhadap jajanan
ringan yang mengenyangkan.
d. Pengetahuan
Distribusi
Pendistribusian
kami melakukannya dengan armada/transportasi pribadi milik Saung Gedang.
e. Pengetahuan Logistik
Dalam
hal logistik supaya selalu terpenuhi dan terbarui baik pusat maupun cabang kami mengantisipasinya dengan cara
bekerjasama dengan beberapa pemasok selain itu pemilihan lokasi bisnis juga
harus dekat dengan sumber bahan baku seperti pasar tradisional maupun toko
swalayan.
3. Analisis SWOT
Strength
(Kekuatan)
¢ Keunggulan produk
Kami membuat produk dari kualitas bahan baku yang bagus dan terjamin.
Sehingga menghasilkan produk pisang goreng yang enak dan renyah.
¢ Produk sudah familiar
Produk yang kami jual ini sudah sangat familiar dilidah para konsumen,
sehingga akan relative lebih mudah untuk menarik konsumen datang dan memesan.
¢ Cara membuat produk relative mudah
Produk-produk kami ini proses pembuatannya relative mudah, sehingga hampir
setiap personil di tim kami bisa membuatnya.
¢ ahan baku mudah
didapat
Bahan
baku dari produk-produk yang kami jual ini sangat mudah didapatkan dan banyak
dijual dengan harga yang relative murah. Bisa didapatkan di pasar – pasar
tradisional maupun modern.
¢ Harga terjangkau
Harga dari pisang goreng crispy ini sangat
terjangkau oleh siapa saja.
Weakness (Kelemahan)
¢ Belum memiliki cukup
pengalaman.
¢ Pengalaman kami dalam
memulai usaha masih sangat minim, ini menjadi satu titik kelemahan tersendiri
yang mau tidak mau harus di atasi dengan kerja tim secara kompak.
Opportunities (Peluang)
¢ Banyaknya konsumen
Banyaknya
mahasiswa kami jadikan sebagai sasaran sehingga kami cukup yakin tidak akan
sepi dengan konsumen.
¢ Sistem Pemasaran
Pemasaran
yang kami terapkan dalam tim adalah promosi. Kami gencar mempromosikan
produk-produk kami melalui brosur/selembaran.
Threats (Ancaman)
¢ Munculnya
Kompetitor
Seiring
berkembangnya bisnis, bukan tidak mungkin nanti muncul kompetitor yang menjalankan bisnis serupa.
Ada empat jenis pusat tangung jawab, digolongkan menurut sifat input dan
atau output moneter yang untuk tujuan pengendalian pusat pendapatan, pusat
beban, pusat laba, dan pusat investasi.
Untuk
gambaran pusat petanggung jawaban, Saung Gedang menggunakan pengukuran
profitabilitas pusat laba (yaitu, selisih antara pendapatan dan beban).
Laba merupakan ukuran
kinerja yang sangat responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan
kinerja kompetitif. Fokus
pada “margin laba” berfungsi untuk menghasilkan
keuntungan yang maksimum dari produk
Saung Gedang yang sekarang. Perhitungan
yang digunakan adalah Net profit margin
Net
profit margin merupakan rasio antara laba setelah pajak dan penjualan. Rumus
untuk menghitung net profit margin adalah sebagai berikut:
"Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak /Penjualan"
Yaitu laba per tahun sebesar Rp 115.428.000 (Rp
9.619.000 x 12) dan penjualan di tahun 2016 sebesar Rp 83.025.000 diperoleh
NPM sebesar 1,4%
Net profit margin mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan menggunakan penjualan yang
berhasil dicapai perusahaan. Rasio ini mencerminkan efisiensi seluruh bagian,
yakni produksi, personalia, pemasaran, dan keuangan yang ada dalam perusahaan
Saung Gedang dalam menghasilkan laba.
IV.
Penetapan Harga Transfer
Harga transfer merupakan nilai yang diberikan atas
suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi dimana salah satu dari
kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba.
Saung Gedang mengambil kebijakan bahwa produksi
akan dilakukan secara internal untuk setiap anak cabang Saung Gedang, pada
tingkat berapakah produk olahan pisang Saung Gedang akan dipasarkan penentuan
harga melibatkan harga pasar. Dengan memperatikan kondisi-kondisi yang harus
terpenuhi dalam manajemen Saung Gedang, diantarany :
1. Orang-orang yang
kompeten. Memiliki staf yang dapat terlibat langsung dalam penetapan harga
transfer.
2. Atmosfer yang baik,
para manajer harus mejadikan profitabilitas sebagaimana diukur dalam laporan
laba rugi, sebagai pertimbangan yang signifikan dalam penlaian kinerja
staf/karyawan.
3. Harga pasar. Selalu
mengikuti fluktuasi harga pasar tidak membentuk beban piutang tak tertagih
tetapi masih memperhitungkan biaya iklan sebagai bentuk promosi manual. Harga
pasar mencerminkan kondisi ( kuantitas,waktu, pengiriman, dan kualitas).
4. Kebebasan memperoleh
sumber daya, yaitu kondisi yag mencerminkan perolehan sumber daya yang paling
baik untuk produksi Saung Gedang.
5. Informasi penuh,
menunjukkan para manajer harus mengetahui semua alternatif yang ada, serta
biaya dan pendapatan yang relevan dari operasional Saung Gedang.
6. Negoisasi, harus ada
mekanisme kerja berupa “kontrak” antar
unit usaha
V.
Pengukuran dan Pengendalian Aset
Aset juga menjadi salah satu fokus sasaran kinerja
untuk proses pengendalian opersional
Saung Gedang selain menghasilkan laba. Aset sebagai bagian dari dasar pusat investasi
merupakan satu kesinambungan dengan pusat laba. Metode yang menghubungkan laba
dengan dasar investasi adalah Prersentase tingkat pengembalian
investasi(return of investment-ROI). Perhitungan tersebut digunakan sebagai
salah satu alternatif-alternatif selain perhitungan EVA untuk informasi guna
mengambil keputusan yang baik dan pengukuran kinerja ekonomi dalam bisnis Saung
Gedang.
Perhitungan
ROI
ROI
= Laba bersih setelah pajak / Total aset
= Rp 83.025.000 / Rp 21.900.000
(asumsi)
= 3,79 = 3,8 % (menguntungkan)
VI.
Perencaan Strategis
Rencana strategi adalah program-program dari
bagian perencanaan strategi yang diimplementasikan untuk keberlangsungan suatu usaha. Dalam hal
ini, Saung Gedang memutuskan adanya beberapa program baru untuk jangka waktu 5
tahun ke depan dan beberapa program yang sedang berjalan di tahun ini.
a) Program-program untuk
jangka waktu 5 tahun ke depan.
1. Ekspansi di 3 kota
besar di Jawa Timur dan Luar Negeri.
2. Menjadi pusat kuliner
yang khas di setiap kota yang berdiri cabang Saung Gedang.
3. Memiliki armada
pengiriman sendiri disetiap cabangnya.
4. Memiliki aplikasi
sendiri khusus pembelian online.
b) Program-program yang
berjalan sekarang
1. Menyediakan jasa “delivery”
2. Memberikan diskon
makan ditempat untuk hari-hari besar nasional seperti; bulan ramadhan, HUT RI,
tahun baru.
3. Meningkatkan mutu
pelayanan cepat dan rama
Biaya
untuk pengadaan modal awal usaha ini adalah Rp. 2.081.000,- terdiri dari fixed cost ,variable
cost dan Biaya Sarana dan Penunjang.
·
Fixed Cost, untuk
mesin dan peralatan yang dibutuhkan seperti;
·
·
Variable Cost, merupakan
kebutuhan bahan baku, bahan pembantu dan bahan pendukung yang diperlukan Saung
Gedang untuk produksi :
Saung Gedang adalah sebuah bisnis
kuliner yang sedang menyusun laporan anggaran
untuk tahun 2016. Berikut Data dan informasi yang dimiliki untuk dijadikan
dasar menyusun Anggaran produksi.
- I. VIII. Analisis Kinerja Keuangan
XI.
Analisis Kinerja Manajemen
Dalam mengimplementasikannya Saung Gedang
juga fokus dalam
menciptakan tenaga kerja yang professional dengan menggunakan sistem pengukuran
balanced scorecard. Melalui balanced scorecard setiap bagian yang terlibat
dalam usaha harus iku terlibat dalam menunjang rencana strategis perusahaan.
Prespektif dalam Balanced
Scorecard
1. Perspektif Keuangan
Untuk mendukung strategi pertumbuhan pendapatan
Saung Gedang, maka tolok ukur keuangan yang sebaiknya dijadikan sebagai tolok
ukur kinerja bisnis yang utama adalah tolok ukur keuangan seperti perhitungan
rasio profitabilitasnya salah satunya net profit margin. Tolok ukur ini dapat
digunakan untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran strategis Saung Gedang
dalam hal pendapatannya, yaitu :
Profit margin, yang terdiri dari :
- Net profit margin / Margin Laba
Bersih
Net
Profit Margin = Laba Setelah Pajak / Penjualan
dimana
laba Saung Gedang pada periode 2016 sebesar Rp 9.619.000 / Rp
11.700.000 = 0,82% (NPM)
Net profit margin mengukur kemampuan
Saung Gedang untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan menggunakan
penjualan yang berhasil dicapai perusahaan. Rasio ini mencerminkan efisiensi
seluruh bagian, yakni produksi, personalia, pemasaran, dan keuangan yang ada
dalam perusahaan dalam menghasilkan laba.
2. Perspektif Pelanggan
Sasaran strategi dalam perspektif pelanggan yang
diterapkan dalam bisnis Saung Gedang meliputi :
a) Miningkatkan mutu
pelayanan kepada pelanggan, dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
dan juga mempertahankan pelanggan.
b) Survey terhadap
keluasan pelanggan meliputi : pelayanan, penanganan keluhan, pengenalan produk
baru Saung Gedang, Kualitas produk (rasa, tampilan, harga).
c) Memperluas lingkup
pelanggan Saung Gedang, yang awalnya mayoritas pelajar dan mahasiswa meningkat
pada lingkup pekerja dan wisatawan lokal.
3. Proses Bisnis Internal
Saung Gedang mengembangkan beberapa sasaran
strategi dalam perspektif ini, meliputi :
a) Menjaga komunikasi
seluruh bagian lingkungan Saung Gedang, untuk menghindari miss komunikasi.
b) Memperlakukan seluruh
pihak internal Saung Gedang meliputi Stakeholder, karyawan, supplier) dengan
rasa kekeluargaan.
c) Meningkatkat
profesionalisme karyawan.
d) Meningkatkan
penggunaan teknologi informasi, dari pelayanan outdoor (delivery order)
e) Meminimalisir tingkat
kesalahan pelayanan (human error), dan ketepatan waktu pelayanan (service time)
4. Pembelajaran dan Pertumbuhan
Dalam perspektif ini Saung Gedang mengacu pada :
a) Kepuasan karyawan,
dengan melakukan survey seperti gaji dan tunjangan.
b) Evaluasi Tingkat
produktifitas dalam satu periode.
c) Mengembangkan skill
karyawan (training)
d) Ekspansi bisnis (perluasan usaha) dengan
membuka cabang baru di beberapa kota dalam jangka waktu 2-3 periode.
Referensi :
Robert & Vijay. 2005. Management Control System. Edisi 11,
buku 1 dan 2. Jakarta: Salemba Empat.
www.google.com











