Laman

Kamis, 08 Desember 2016

Sistem Pengendalian Manajemen - Studi Kasus Company Profile "Saung Gedang"

COMPANY PROFILE
"SAUNG GEDANG"


                        I.            Sejarah Singkat “Saung Gedang”
Saung Gedang adalah konsep saung (kedai: bahasa Sunda) yang menyediakan aneka pisang goreng sebagai produk utama dan digabungkan dengan makanan ringan harga ekonomis, yaitu kripik kulit pisang (bahan baku dari kulit pisang), minuman seperti teh, kopi dan jus, serta fasilitas free hot spot yang akan membuat pengunjung betah berlama-lama di kedai ini. Saung Gedang menawarkan pengalaman makan makanan ringan dilengkapi suasana santai dengan bentuk saung (kedai).

Peluang membuka kedai makanan ringan di sekitar kampus masih sangat terbuka, karena tempat sekitar kampus merupakan populasi tempat tinggal mahasiswa yang notabene menyukai aktivitas tongkrongan dan berkumpul bersama kawan-kawan mereka sambil menyantap makanan ringan disertai minuman. Kedai ini dilengkapi fasilitas free hot spot dan harga makanan dan minuman yang sangat terjangkau bagi kalangan mahasiswa.


                     II.            Tujuan dan  Strategi “Saung Gedang”
Tujuan utama dari bisnis ini tentunya pada profit oriented. Selain itu ikut berperan aktif dalam bidang bisnis dan kewirausahaan. Saung Gedang mencoba menyeimbangkan orientasi hasil dan orientasi proses serta membangun budaya bisnis kuliner yang mantap dan dapat dianut oleh seluruh stakeholders khususnya di bidang kuliner. Saung Gedang menyajikan kreasi baru berbagai menu olahan pisang dengan tata cara penyajian yang menarik untuk menarik minat bagi orang yang kurang menyukai buah khususnya pisang.

Strategi adalah rencana-rencana untuk mencapi tujuan bisnis. Strategi yang kami jalankan untuk pengembangan bisnis Saung Gedang ini berfokus pada beberapa hal yaitu pemasaran, inovasi produk, dan pangsa pasar.

Dalam perumusan strategi da beberapa aspek yang diterapkan oleh manajemen Saung Gedang.

1.      Analisis Lingkungan
a.       Pesaing
Persaingan berkaitan dengan produk sudah ada di sekitar kampus yang menawarkan produk makanan ringan ini, namun persaingan dalam hal layanan dan fasilitas belum ada. Hanya saja belum ada yang memberikan ruang bebas untuk berkumpul, Selain itu, makanan cemilan seperti olahan pisang masih bisa dibeli oleh mahasiswa dari swalayan kampus yang sama-sama menawarkan harga mahasiswa.


b.      Konsumen
Konsumen kami adalah para mahasiswa, pelajar yang ada di lokasi setempat, dan penduduk setempat baik anak-anak, remaja ataupun dewasa. Karena produk yang ditawarkan memang cocok untuk berbagai kalangan, namun lebih di setting khusus untuk diminati oleh mahasiswa. Lokasinya pun memang bertempat disekitar kampus yang notabene populasi tempat tinggal (kost dan kontrakan) mahasiswa.



Bisnis ini berharap tingkat pembelian ulang oleh konsumen cukup tinggi. Dan konsumen yang berdatangan akan terus-menerus datang ke kedai ini dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.


c.       Pemasok
Dalam hal pemasok kami bekerjasama dengan petani pisang, karena kami menginginkan kualitas buah yang terbaik, yang masak langsung dari pohonnya. Selain itu juga untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau dan ikut membudayakan petani lokal.


d.      Sosial
Saung Gedang akan ikut berperan dalam berbagai kegiatan positif sebagai sponsor, kami tidak menutup kemungkinan untuk berperan sebagai sponsor dalam mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang berbentuk edukasi. Dan ikut meramaikan kegiatan-kegiatan amal seperti membagikan produk kami sebagai takjil di waktu ramadhan.
 
2.      Analisis Internal

a.       Pengetahun Teknologi

Dalam pengembangan usaha Saung Gedang kami menerapkan kemajuan teknologi

seperti penjualan dengan online, aplikasi untuk delivery menu Saung Gedang, Laporan Keuangan yang dikerjakan secara komputeris.


b.      Pengetahuan Manufaktur

Saung Gedang adalah bentuk kewirausahaan yang memproduksi sendiri produk makanan dan minuman yang akan dijual. Dengan beberapa proses yaitu;
Aktivitas yang dilakukan Aktivitas yang dilakukan meliputi proses mencari pisang serta bahan makanan dan minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Pisang  didapat dari pasar atau petani yang menanam tanamannya secara alami. Proses memasak makanan dimasak terlebih dahulu. Terakhir, proses penyajian adalah menyajikan hasil masakan berupa makanan atau minuman dengan hiasan kepada pelanggan.  


c.       Pengetahuan Pemasaran
Ada beberapa tahap yang kami fokuskan dalam pemasaran, diantaranya;
Produk Saung Gedang yang diproduksi merupakan produk berbahan baku pisang yang digoreng dan disajikan secara crispy dan hangat, produk yang dihasilkan tanpa menggunakan bahan pengawet, sehingga kandungan gizi dalam pisang tersebut tetap terjaga. Kemasan yang digunakan berbahan kertas berukuran 100 gram per kemasan yang bermerk “Saung Gedang”.
Harga
Harga satuan dari Saung Gedang bervariasi antara Rp. 5000 s/d Rp. 8000 sesuai dengan rasa yang di inginkan oleh konsumen. Harga kripik kulit pisang sebesar Rp. 5000 per bungkus, dan minuman di bandrol dengan harga Rp. 2000 s/d Rp. 3000 untuk kopi dan teh, sedangkan jus buah Rp. 5000 untuk semua varian rasa.
Promosi
Promosi dilakukan dari mulut ke mulut, pemanfaatan sosial media, pembuatan website, penyebaran brosur produk dan memasang spanduk di depan tempat usaha.
Lokasi yang akan kami pilih adalah di sekitar wilayah kampus dan menjadikan mahasiswa sebagai sasaran utama dikarenakan adanya sifat konsumtif mahasiswa terhadap jajanan ringan yang mengenyangkan.

d.       Pengetahuan Distribusi
Pendistribusian kami melakukannya dengan armada/transportasi pribadi milik Saung Gedang.

e.      Pengetahuan Logistik
Dalam hal logistik supaya selalu terpenuhi dan terbarui baik pusat maupun cabang   kami mengantisipasinya dengan cara bekerjasama dengan beberapa pemasok selain itu pemilihan lokasi bisnis juga harus dekat dengan sumber bahan baku seperti pasar tradisional maupun toko swalayan.

3.      Analisis SWOT

       Strength (Kekuatan)
¢  Keunggulan produk
Kami membuat produk dari kualitas bahan baku yang bagus dan terjamin. Sehingga menghasilkan produk pisang goreng yang enak dan renyah.
¢  Produk sudah familiar
Produk yang kami jual ini sudah sangat familiar dilidah para konsumen, sehingga akan relative lebih mudah untuk menarik konsumen datang dan memesan.
¢  Cara membuat produk relative mudah
Produk-produk kami ini proses pembuatannya relative mudah, sehingga hampir setiap personil di tim kami bisa membuatnya.
¢  ahan baku mudah didapat
Bahan baku dari produk-produk yang kami jual ini sangat mudah didapatkan dan banyak dijual dengan harga yang relative murah. Bisa didapatkan di pasar – pasar tradisional maupun modern.
¢  Harga terjangkau
Harga dari pisang goreng crispy ini sangat terjangkau oleh siapa saja.

     Weakness (Kelemahan)
¢  Belum memiliki cukup pengalaman.
¢  Pengalaman kami dalam memulai usaha masih sangat minim, ini menjadi satu titik kelemahan tersendiri yang mau tidak mau harus di atasi dengan kerja tim secara kompak.

    Opportunities (Peluang)
¢  Banyaknya konsumen
Banyaknya mahasiswa kami jadikan sebagai sasaran sehingga kami cukup yakin tidak akan sepi dengan konsumen.
¢  Sistem Pemasaran
Pemasaran yang kami terapkan dalam tim adalah promosi. Kami gencar mempromosikan produk-produk kami melalui brosur/selembaran.

   Threats (Ancaman)
¢  Munculnya Kompetitor
Seiring berkembangnya bisnis, bukan tidak mungkin nanti muncul kompetitor yang  menjalankan bisnis serupa.

      III.            Pusat -Pusat Pertanggung Jawaban
Ada empat jenis pusat tangung jawab, digolongkan menurut sifat input dan atau output moneter yang untuk tujuan pengendalian pusat pendapatan, pusat beban, pusat laba, dan pusat investasi.
Untuk gambaran pusat petanggung jawaban, Saung Gedang menggunakan pengukuran 
profitabilitas pusat laba (yaitu, selisih antara pendapatan dan beban). Laba merupakan ukuran 
kinerja yang sangat responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan kinerja kompetitif. Fokus 
pada “margin laba” berfungsi untuk menghasilkan keuntungan yang maksimum dari produk 
Saung Gedang yang sekarang. Perhitungan yang digunakan adalah Net profit margin
 
Net profit margin merupakan rasio antara laba setelah pajak dan penjualan. Rumus untuk menghitung net profit margin adalah sebagai berikut:
 "Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak /Penjualan"
Yaitu laba per tahun sebesar Rp 115.428.000 (Rp 9.619.000 x 12) dan penjualan di tahun 2016 sebesar Rp 83.025.000 diperoleh NPM sebesar 1,4%
Net profit margin mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan menggunakan penjualan yang berhasil dicapai perusahaan. Rasio ini mencerminkan efisiensi seluruh bagian, yakni produksi, personalia, pemasaran, dan keuangan yang ada dalam perusahaan Saung Gedang dalam menghasilkan laba.

                          IV.            Penetapan Harga Transfer
Harga transfer merupakan nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi dimana salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba.
Saung Gedang mengambil kebijakan bahwa produksi akan dilakukan secara internal untuk setiap anak cabang Saung Gedang, pada tingkat berapakah produk olahan pisang Saung Gedang akan dipasarkan penentuan harga melibatkan harga pasar. Dengan memperatikan kondisi-kondisi yang harus terpenuhi dalam manajemen Saung Gedang, diantarany :
1.      Orang-orang yang kompeten. Memiliki staf yang dapat terlibat langsung dalam penetapan harga transfer.
2.      Atmosfer yang baik, para manajer harus mejadikan profitabilitas sebagaimana diukur dalam laporan laba rugi, sebagai pertimbangan yang signifikan dalam penlaian kinerja staf/karyawan.
3.      Harga pasar. Selalu mengikuti fluktuasi harga pasar tidak membentuk beban piutang tak tertagih tetapi masih memperhitungkan biaya iklan sebagai bentuk promosi manual. Harga pasar mencerminkan kondisi ( kuantitas,waktu, pengiriman, dan kualitas).
4.      Kebebasan memperoleh sumber daya, yaitu kondisi yag mencerminkan perolehan sumber daya yang paling baik untuk produksi Saung Gedang.
5.      Informasi penuh, menunjukkan para manajer harus mengetahui semua alternatif yang ada, serta biaya dan pendapatan yang relevan dari operasional Saung Gedang.
6.      Negoisasi, harus ada mekanisme kerja berupa “kontrak”  antar unit usaha
 

                       V.            Pengukuran dan Pengendalian Aset
Aset juga menjadi salah satu fokus sasaran kinerja untuk proses pengendalian  opersional Saung Gedang selain menghasilkan laba. Aset sebagai bagian dari dasar pusat investasi merupakan satu kesinambungan dengan pusat laba. Metode yang menghubungkan laba dengan dasar investasi adalah  Prersentase tingkat pengembalian investasi(return of investment-ROI). Perhitungan tersebut digunakan sebagai salah satu alternatif-alternatif selain perhitungan EVA untuk informasi guna mengambil keputusan yang baik dan pengukuran kinerja ekonomi dalam bisnis Saung Gedang.
Perhitungan ROI
ROI = Laba bersih setelah pajak / Total aset
        = Rp 83.025.000 / Rp 21.900.000 (asumsi)
        = 3,79 = 3,8 % (menguntungkan)

                   VI.            Perencaan Strategis
Rencana strategi adalah program-program dari bagian perencanaan strategi yang diimplementasikan  untuk keberlangsungan suatu usaha. Dalam hal ini, Saung Gedang memutuskan adanya beberapa program baru untuk jangka waktu 5 tahun ke depan dan beberapa program yang sedang berjalan di tahun ini.
a)      Program-program untuk jangka waktu 5 tahun ke depan.
1.      Ekspansi di 3 kota besar di Jawa Timur dan Luar Negeri.
2.      Menjadi pusat kuliner yang khas di setiap kota yang berdiri cabang Saung Gedang.
3.      Memiliki armada pengiriman sendiri disetiap cabangnya.
4.      Memiliki aplikasi sendiri khusus pembelian online.
b)      Program-program yang berjalan sekarang
1.      Menyediakan jasa “delivery”
2.      Memberikan diskon makan ditempat untuk hari-hari besar nasional seperti; bulan ramadhan, HUT RI, tahun baru.
3.      Meningkatkan mutu pelayanan cepat dan rama

     VII.            Penyusunan Anggaran perusahaan
Modal Awal
Biaya untuk pengadaan modal awal usaha ini adalah Rp. 2.081.000,-  terdiri dari fixed cost ,variable cost dan Biaya Sarana dan Penunjang.
·         Fixed Cost, untuk mesin dan peralatan yang dibutuhkan seperti;

·           


·            Variable Cost, merupakan kebutuhan bahan baku, bahan pembantu dan bahan pendukung yang diperlukan Saung Gedang untuk produksi  :  
Saung Gedang adalah sebuah bisnis kuliner yang  sedang menyusun laporan anggaran untuk tahun 2016. Berikut Data dan informasi yang dimiliki untuk dijadikan dasar menyusun Anggaran produksi.



  1.       I.                 VIII.            Analisis Kinerja Keuangan









                 
       










  

 

                       XI.            Analisis Kinerja Manajemen
Dalam mengimplementasikannya Saung Gedang juga fokus dalam menciptakan tenaga kerja yang professional dengan menggunakan sistem pengukuran balanced scorecard. Melalui balanced scorecard setiap bagian yang terlibat dalam usaha harus iku terlibat dalam menunjang rencana strategis perusahaan.
Prespektif dalam Balanced Scorecard

1.      Perspektif Keuangan
Untuk mendukung strategi pertumbuhan pendapatan Saung Gedang, maka tolok ukur keuangan yang sebaiknya dijadikan sebagai tolok ukur kinerja bisnis yang utama adalah tolok ukur keuangan seperti perhitungan rasio profitabilitasnya salah satunya net profit margin. Tolok ukur ini dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran strategis Saung Gedang dalam hal pendapatannya, yaitu :
Profit margin, yang terdiri dari :
  - Net profit margin / Margin Laba Bersih
 Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak / Penjualan
dimana  laba Saung Gedang pada periode 2016 sebesar Rp 9.619.000 / Rp 11.700.000 = 0,82% (NPM)
Net profit margin mengukur kemampuan Saung Gedang untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan menggunakan penjualan yang berhasil dicapai perusahaan. Rasio ini mencerminkan efisiensi seluruh bagian, yakni produksi, personalia, pemasaran, dan keuangan yang ada dalam perusahaan dalam menghasilkan laba.

2.      Perspektif Pelanggan
Sasaran strategi dalam perspektif pelanggan yang diterapkan dalam bisnis Saung Gedang meliputi :
a)      Miningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan, dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan juga mempertahankan pelanggan.
b)      Survey terhadap keluasan pelanggan meliputi : pelayanan, penanganan keluhan, pengenalan produk baru Saung Gedang, Kualitas produk (rasa, tampilan, harga).
c)      Memperluas lingkup pelanggan Saung Gedang, yang awalnya mayoritas pelajar dan mahasiswa meningkat pada lingkup pekerja dan wisatawan lokal. 

3.      Proses Bisnis Internal
Saung Gedang mengembangkan beberapa sasaran strategi dalam perspektif ini, meliputi :
a)      Menjaga komunikasi seluruh bagian lingkungan Saung Gedang, untuk menghindari miss komunikasi.
b)      Memperlakukan seluruh pihak internal Saung Gedang meliputi Stakeholder, karyawan, supplier) dengan rasa kekeluargaan.
c)      Meningkatkat profesionalisme karyawan.
d)      Meningkatkan penggunaan teknologi informasi, dari pelayanan outdoor (delivery order)
e)      Meminimalisir tingkat kesalahan pelayanan (human error), dan ketepatan waktu pelayanan (service time)

4.      Pembelajaran dan Pertumbuhan
Dalam perspektif ini Saung Gedang mengacu pada :
a)      Kepuasan karyawan, dengan melakukan survey seperti gaji dan tunjangan.
b)      Evaluasi Tingkat produktifitas dalam satu periode.
c)      Mengembangkan skill karyawan (training)
d)       Ekspansi bisnis (perluasan usaha) dengan membuka cabang baru di beberapa kota dalam jangka waktu 2-3 periode.

Referensi :
Robert & Vijay. 2005. Management Control System. Edisi 11, buku 1 dan 2. Jakarta: Salemba Empat.
www.google.com